Opini
Pemuda Sulsel Tak Pernah Kekurangan Nyala, tapi Ruang Jernih dan Pemimpin Muda
Sukarno pernah berkata, “Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia"
Pemuda harus menjadi subjek, bukan objek. Penggerak, bukan penggembira.
Kericuhan Musda seharusnya menjadi titik balik.
Momentum untuk menata ulang struktur, membersihkan proses, memperbaiki tata kelola, dan mengembalikan KNPI pada tujuan awal, menjadi pelopor gerakan pemuda yang progresif, visioner, dan berkarakter.
Energi pemuda Sulawesi Selatan tidak pernah kekurangan nyala.
Yang kurang adalah ruang yang jernih dan pemimpin muda yang mampu menyalurkan nyala itu ke arah yang benar.
Jika KNPI mampu memperbaiki diri, ia bisa kembali menjadi wadah strategis yang mempersatukan dan mengarahkan potensi kepemudaan.
Jika tidak, maka pemuda akan bergerak sendiri, meninggalkan organisasi yang tidak lagi sejalan dengan masa depan mereka.
Masa depan Sulsel membutuhkan pemuda yang berani berpikir, berani mengkritik, dan berani menjaga marwah kepemimpinan.
Musda hanyalah satu peristiwa.
Yang lebih penting adalah bagaimana pemuda mengambil kembali ruangnya sebelum politik kepentingan mengambil seluruhnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251212-Muhammad-Idris.jpg)