Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Prabowo Terjepit di Antara Kelompok Kepentingan

Pertama disebut Kelompok Anomik yaitu Kelompok yang terbentuk di antara unsur-unsur dalam masyarakat secara spontan atau terbentuk seketika.

Tayang:
Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Amir Muhiddin Dosen Fisip Unismuh Makassar. Amir salah satu penulis tetap Tribun Timur. 

Oleh: Amir Muhiddin

Dosen Fisip Unismuh Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Di tengah ambisi Prabowo Subianto untuk melaksanakan Visi-Misi politiknya yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara inklusif, kini presiden kita sedang menghadapi masalah pelik dan dilematis disebabkan oleh begitu banyak kelompok kepentingan (interest Group) baik yang terorganisir maupun yang tidak terorganisir.

Pertama disebut Kelompok Anomik yaitu Kelompok yang terbentuk di antara unsur-unsur dalam masyarakat secara spontan atau terbentuk seketika. 

Dan kedua disebut kelompok asosiatif dan institusional yaitu kelompok yang memiliki struktur organisasi yang baik, mempunyai, visi, misi, tugas dan fungsi serta loyal memperjuangkan kepentingan anggotanya. 

Hingga saat ini pemerintah melalui kepolisian RI telah menemukan 900 lebih perusuh dan penjarah ketika terjadi demonstrasi dan kerusuhan tanggal 25 Agustus sampai 1 September 2025 diberbagai kota di Indonesia.

Tidak sedikit diantara perusuh dan penjarah tersebut adalah mereka yang masih tergolong usia di bawah umur.

Boleh disebut mereka ini adalak kelompok kepentingan anomik yang tidak terorganisir dan tidak memiliki visi dan misi yang jelas.

Kelompok ini bisa disulut oleh kelompok asosiatif dan institusional disebabkan oleh suasana kebatinan yang mereka rasakan sama seperti ketidak adilan, keresahan, kemiskinan dan rasa sependeritaan lainnya.  

Beberapa bulan yang lalu Forum Purnawirawan TNI yang meminta kepada MPR untuk melengserkan Gibran Rakabuming Raka dari posisi Wapres, adalah salah satu kelompok kepentingan yang tergolong asosiatif dan institusional.

Kelompok yang dinahodai mantan Wapres jenderal purnawirawan Tri Sutrisno ini,  meskipun tidak memiliki kekuasaan lagi tetapi mereka masih punya pengaruh terhadap Presiden Prabowo yang juga kebetulan berasal dari kalangan militer.

Apalagi beliau pernah menjadi Komandan Jenderal Kopasus. Pada posisi ini tentu saja ia memiliki ikatan yang kuat dengan para seniornya di tubuh militer figur-figur yang telah menempanya, membentuk pandangan strategisnya, dan membangun loyalitas berdasarkan pengalaman bersama di masa-masa krusial sejarah Indonesia.

Mereka kini menaruh harapan besar bahwa Prabowo akan memegang teguh nilai-nilai dan kepentingan militer  dalam setiap keputusan strategisnya.

Selain Forum Purnawirawan TNI, Geng Solo, juga adalah kelompok kepentingan asosiatif dan institusional yang memiliki kelembagaan dan organisasi dengan sayap-sayap yang kuat dan militan, Geng ini punya visi - misi yang jelas, terutama terkait dengan keberlanjutan kekuasaan Jokowi, kroni dan keluarganya. 

Bukti kekuatannya terlihat pada beberapa mantan menterinya yang kemudian ditempatkan kembali di Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved