Opini
Prabowo Terjepit di Antara Kelompok Kepentingan
Pertama disebut Kelompok Anomik yaitu Kelompok yang terbentuk di antara unsur-unsur dalam masyarakat secara spontan atau terbentuk seketika.
Selain itu, kader-kader binaan atau ternaknya di PSI juga ditempatkan dibeberapa BUMN strategis dan basah sebagai komisaris utama dengan penghasilan yang lumayan besar.
Tentu saja untuk membiayai sebagian kepentingan dan aktifitas politiknya.
Hubungan Prabowo dan Geng Solo, bukan saja secara legal-formal, akan tetapi juga secara nurani dan kebathinan, terutama disaat-saat menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu.
Dengan begitu Prabowo bukan saja telah menjalin hubungan politik dan emosional yang kuat dengan keluarga Preside Jokowi tetapi juga terkait dengan strategi politik untuk kemenangan pada pemilihan presiden tahun 2024 lalu.
Selain itu Gibran yang masih muda belia juga dianggap sebagai simbol dari pergeseran kekuatan politik nasional menuju generasi baru. Dalam diri Gibran, Prabowo melihat bukan hanya sekutu politik, tetapi juga figur muda yang berpotensi meneruskan visi masa depan bangsa.
Kelompok kepentingan berikutnya adalah kekuatan dahsat dari kaum oligarkhi, mereka ini memiliki berbagai kekuatan dan sumber daya politik dan ekonomi yang luar bisa.
Mereka tergabung dalam kelompok asosiatif dan isntitusional yang bisa menggerakkan kelompok anomik, termasuk mempengaruhi kaum intelektual, teknokrat dan birokrat.
Petinggi partai dan elit politik baik di infra-sturuktur politik maupun supra-sturuktur politik.
Terakhir adalah kelompok kepentingan global yang punya visi-misi ekonomi – politik, relevansinya dengan Kebijakan dan implemetasi politik luar negeri dan isu geopolitik yang sangat kompetitif dan dinamis.
Oleh banyak analis politik menyebut bahwa demonstrasi dan kerusuhan serta penjarahan yang berlangsung bulan agustus-september lalu juga tidak lepas dari pengaruh agen-agen rahasia negara asing.
Beberapa kelompok kepentingan di atas tentu saja masih sangat umum dan sedikit dari sekian banyak kelompok kepentingan yang membuat Presiden Prabowo berada dalam posisi sulit dan dilematis. Misalnya kelompok TNI Purnawirawan dengan Geng Solo.
Tri Sutrisno dan kawan-kawan hingga saat ini belum mencabut permintaannya ke MPR untuk melengserkan Gibran Rakabuming Raka dari posisi Wapres yang sudah enam bulan di dijabat, alasannya bukan hanya bersifat legal-formal, tetapi juga menyentuh dimensi etika dan moralitas konstitusional.
Ini baru dua kelompok kepentingan, belum lagi kita bicara terkait dengan kepentingan oligarkhi yang disamping punya kekuatan ekonomi dan politik, juga oleh banyak ahli dan pengamat politik disebut-sebut memiliki andil besar dalam kemenagan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres tahun 2024 lalu.
Kita berharap semoga saja Presiden Prabowo Subianto bisa mengelola kelompok kepentingan ini menjadi potensi yang bisa menjaga keutuhan dan integritas bangsa ini, semoga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Amir-Muhiddin-75.jpg)