Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Dari Janji ke Aksi: Wakil Rakyat sebagai CEO Amanah Publik 

Padahal, dari 20.578 total senator dan legislator di seluruh Indonesia, masih banyak yang bekerja dengan integritas.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUN TIMUR
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulsel, Muhammad Sadar 

Jika CEO gagal memenuhi janji, perusahaan bisa kehilangan kepercayaan pasar dan runtuh.

Jika wakil rakyat gagal menunaikan janjinya, yang runtuh adalah legitimasi politik dan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi itu sendiri.
 
Konsekuensi Janji yang Diingkari: Erosi Kepercayaan Politik

Sejarah membuktikan bahwa janji yang tidak ditepati memiliki dampak serius.

Di Amerika Latin, kegagalan menunaikan janji infrastruktur sering memicu demonstrasi besar.

Di Indonesia, rakyat melampiaskan kekecewaan melalui "hukuman politik" dengan tidak memilih kembali wakil yang dinilai ingkar janji.

Dampak buruk dari janji yang diingkari meliputi:

Kekecewaan dan apati, karena rakyat merasa dipermainkan.

Kemarahan dan frustrasi, karena aspirasi diabaikan.

Turunnya partisipasi publik dalam proses demokrasi, yang melemahkan fondasi negara.

Kepercayaan adalah modal politik paling berharga.

Lebih dari sekadar dukungan uang atau mesin partai, kepercayaan rakyat adalah satu-satunya jaminan keberlanjutan legitimasi politik.

Sekali dikhianati, sangat sulit untuk dipulihkan.

Sikap Fundamental Wakil Rakyat sebagai Teladan

Sebagai CEO Amanah Publik, wakil rakyat harus menanamkan sikap fundamental:

  1. Komitmen dan Konsistensi: Janji politik adalah kewajiban moral. Kata dan tindakan harus sejalan, mencerminkan janji yang pernah disampaikan kepada rakyat.
  2. Transparansi dan Akuntabilitas: Publik berhak tahu apa yang sudah dikerjakan. Laporan kinerja periodik dan dialog langsung di daerah pemilihan adalah bentuk pertanggungjawaban nyata.
  3. Empati dan Kedekatan dengan Konstituen: Wakil rakyat harus rutin turun ke lapangan, berdialog, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, bukan sekadar hadir di acara seremonial.
  4. Kesederhanaan: Menjauhi sikap pamer kekayaan. Hidup sederhana adalah simbol kedekatan dengan rakyat dan menegaskan bahwa jabatan adalah sarana melayani, bukan bermegah-megahan.
  5. Keteladanan: Sikap jujur, rendah hati, dan bekerja keras akan menjadi warisan moral yang lebih kuat dari sekadar pidato manis. 

Meneguhkan Marwah Wakil Rakyat

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved