Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Mengapa Kita Marah dan Terbakar?

Penyulut demonstrasi yang menimbulkan eskalasi besar pasti terpicu karena api amarah yang tidak terkendali.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Andi Yahyatullah Muzakkir Founder Anak Makassar Voice 

Ditandai dengan menteri yang diangkat pada Kabinet Merah Putih masih didominasi oleh menteri era Jokowi Kabinet Indonesia Maju.

Ini menandakan bahwa Jokowi masih kuat pengaruh dan cengkramannya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

Selain itu timbul ekses kebijakan serupa dan kontroversial, seperti angka pengangguran, jumlah orang miskin, PHK yang makin meningkat, korupsi yang mengakar dan belum ada upaya untuk mensahkan RUU perampasan aset.

Represivitas aparat kepolisian yang makin menjadi-jadi dan tak terkendali dalam setiap penanganan aksi demonstrasi. Puncaknya, ketika Prabowo menaikkan gaji dan tunjangan yang membengkak oleh Dewan Perwakilan Rakyat, hal mana situasi tersebut sebenarnya sangat tidak penting.

Terkesan kehidupan para pejabat yang sangat mewah dan bergelimang harta di tengah situasi kehidupan rakyat yang pelik dan kesulitan.

Artinya, Prabowo gagal menangkap persoalan penting dan tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah-masalah dasar kita.

Insiden Dan Anarkisme

Kerusakan seperti terjadi di daerah-daerah di Indonesia adalah kejadian yang tidak sekali jadi, ia lahir dari keputusasaan, rasa jengkel, amarah pada tata kelola kekuasaan yang bebal dan tuli.
Dalam sejarah bangsa kita pernah mengalami situasi aksi demonstrasi yang bermartabat dan berbudaya di depan istana negara.

Tapi, itu tidak mendapat respon yang baik. Artinya, chaos dalam suatu demonstrasi menjadi sebuah keniscayaan.

Pembakaran gedung DPRD, pos polisi dan fasilitas umum di beberapa daerah Indonesia adalah bentuk kemuakan pada rezim hari ini. 

Insiden ini memuncak ketika kenaikan gaji DPR lalu di sambut dengan hura-hura dan joget-joget.

Tidak cukup sampai di situ, respon dari salah satu anggota parlemen dengan statement tidak etis sangat melukai dan menyayat-nyayat perasaan dan hati rakyat.

Hati dan perasaan yang sudah lama bersabar akan situasi dan bebalnya pemerintah dan para wakil rakyat yang tidak pernah betul-betul menyadari fungsinya sebagai pelayan rakyat.

Kemuakan ini yang berbuah protes dan aksi demontrasi akhirnya tidak terkendali. Anarkisme juga terjadi tidak sepenuhnya di inginkan oleh massa demonstrasi. Ini karena massa aksi terdiri dari ragam elemen.

Termasuk beberapa oknum demonstran yang memiliki pemikiran dan ideologi anarkisme, bahwa demonstrasi agar dilirik dan menarik mesti ada anarkis dan tercipta kerusuhan dan ini tentu terkesan tidak terdidik. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved