Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Urgensi Pendidikan Kader Ulama

Mereka telah dikalahkan, dibantai, dirampas negeri dan kekayaannya, dirampas kehidupan dan harapannya.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Ilham Kadir Penulis Buku ‘Ilmu Pendidikan Kader Ulama’ 

Ironisnya, ketika semua peristiwa tragis tersebut dibahas dalam ruanhruang sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga di depan organisasi dan forum politik berskala internasional lainnya, kejahatan para manusia biadab itu malah dipandang sebagai kebenaran, sementara hak orang-orang yang teraniaya dianggap sebagai kebatilan,
(al-Kilani, 2019).

Wajar saja jika para pemerhati, dari kalangan non-muslim maupun ummat Islam sendiri bertanya-tanya: Kenapa agama Islam dan ummatnya selalu menjadi target utama kolonialisme dan kritikan Barat dibandingkan agama dan ummat lain dalam sejarah manusia?

Tidak terlihat kritikan-kritikan Barat yang bertubi-tubi selama ratusan tahun terhadap Gautama Buddha, Kung Fu Tse atau Lao Tse dibandingkan kritikan yang dilontarkan kepada pribadi dan ajaran Nabi Muhammad.

Pertanyaan tersebut dijawab tuntas oleh al-Attas sebagaimana dikutip Wan Mohd Nor Wan Daud, bahwa:

(1) Kebangkitan Islam di atas pentas sejarah dunia telah menantang pengakuan agama Kristen sebagai agama universal untuk seluruh ummat manusia;

(2) Sejak awal lagi, al-Qur’an telah menggugat dasar-dasar akidah Kristen dengan menolak bahwa Allah dapat beranak dan diperanakkan, serta eksistensi Nabi Isa serta ibunya, Maryam;

(3) al-Qur’an menceritakan dengan jelas sikap dan prilaku pemuka-pemuka agama Yahudi dalam menyelewengkan ajaran-ajaran para nabi dan rasul dari Bani Israel;

(4) Islam telah mengubah jiwa dan raga orang-orang Barat secara revolusioner dan medan-medan linguistik, kebudayaan, sosial keilmuan, dan ekonomi;

(5) Perluasan pengaruh Islam serta daerah kekuasaannya di Timur Tengah termasuk kawasan yang sebelumnya milik Kerajaan Bizantium, India dan Afrika dalam waktu yang
begitu singkat, dan selama lima abad menjadi penguasa tunggal perdagangan laut Mediteranean dan India; namun yang paling penting.

(6) Islam memiliki potensi besar untuk bangkit kembali berdasarkan konsep tajdid [pembaruannya] dan mampu menantang hegemoni kebudayaan Barat pada masa akan datang, (Wan Daud, 2005).

Peran Ulama

Salah satu komponen yang selalu menjadi bagian penting dalam kebangkitan ummat adalah ulama, peran sentral mereka tak dapat diabaikan.

Para ulama dalam melakukan perbaikan terhadap ummat dan umara sering kali berada di belakang layar, tapi peran mereka sangat strategis, tujuan dan sasarannya jelas, program pendidikan dan dakwahnya tertata dengan rapih dan sistematis, walaupun proses yang mereka jalankan sering kali berada pada jalan yang terjal, mendaki, dan berliku, tapi hasilnya sangat membanggakan dan penuh kegemilangan.

Mendidik masyarakat secara luas berarti ikut serta merasakan kebutuhan ummat, sebab mereka selalu menanti kehadiran para ulama, mendidik masyarakat berarti memperbaiki akhlak segenap lapisan masyarakat, mengingatkan mereka tentang kelalaian dalam menjalankan ketetapan agama.

Ditinjau dari perspektif sejarah, peran sentral ulama dalam membangun bangsa merupakan sebuah keniscayaan, dan ini bukan asumsi belaka, tetapi menjadi fakta sejarah, termasuk, peran ulama dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia dan menjadi bagian penting dalam perumusan undang-undang dasar ‘45’ hingga lambang negara
yang bersifat fi losofi s, Pancasila.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved