Kasus Pencabulan di Ponpes Manbaul Ulum Maros Belum Tuntas, HPPMI Soroti Status DPO
HPPMI Maros menilai lambannya proses penanganan kasus tersebut dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum
Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
KASUS MANDEK - Ketua HPPMI Maros, Ikram Herdiansyah saat kegiatan seminar beberapa waktu lalu. HPPMI Maros turut menyoroti lambatnya penanganan kasus dugaan pencabulan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Tompobalang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.
Korban memberanikan kabur dari pondok setelah mendapat perlakuan tak menyenangkan.
“Korban ada empat, dua orang kelas 3 SMA, dua lainnya masih SMP,” tururnya.
Kejadian ini pun menyisakan trauma mendalam bagi korban.
Bahkan korban sempat tak masuk sekolah hingga hari ujian.
“Sempat mau dipidahkan sekolahnya, tapi pihak sekolah meminta agar tetap diselesaikan (pendidikannya) karena sudah masuk ujian, pas mau ujian baru masuk,” ujar AR.
Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad mengatakan kasus tersebut masih bergulir.
Tersangka telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Sementara melakukan pengembangan," bebernya.(*)
Baca Juga
| Sabu 11 Gram Dikirim Lewat Ekspedisi Bandara, Pengedar di Makassar Dibekuk Polres Maros |
|
|---|
| Sebanyak 292 Jemaah Haji Maros Pilih Skema Ifrad, Langsung Niat Haji sebelum Umrah |
|
|---|
| Komisi III Maros Bakal Panggil Polisi yang Tangani Kasus Pencabulan 2024 |
|
|---|
| 3 Kali Ganti Kanit, Keluarga Korban Sebut Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Maros Mandek di Polres |
|
|---|
| PPP Tertinggi, Perindo Terendah: Dana Hibah Parpol Gowa Hasil Pileg 2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-HPPMI-Maros-Ikram-Herdiansyah-2026-66.jpg)