Faisal Ibrahim Surur, Kisah Inspiratif Sang Pengantar Es Lilin
Haji Faisal Ibrahim Surur mendirikan PT. Saudi Patria Wisata, perusahaan ini kemudian berkembang menjadi salah satu penyelenggara perjalanan ibadah.
Bachtiar Adnan Kusuma
Penulis, Tokoh Literasi dan Perbukuan Nasional
TRIBUN-TIMUR.COM- Saya pertama kali mengenal Haji Faisal Ibrahim Surur,Lc.M.Si. melalui seorang sahabat, Dr. H. Asar Tamanggong, M.A.
Dalam pertemuan sederhana di Makassar itu, saya berjumpa dengan seorang tokoh yang bagi banyak orang mungkin dikenal sebagai pengusaha perjalanan haji dan umrah Nasional. Namun bagi saya, kesan pertama justru berbeda: seorang pribadi yang bersahaja, santun, dan memilih bekerja dalam diam.
Dalam dunia bisnis yang sering kali riuh oleh pencitraan, sosok seperti Faisal Ibrahim Surur terasa langka.
Ia membangun usaha, tetapi tidak berhenti pada keuntungan semata. Ia mengembangkan jaringan perjalanan ibadah, tetapi menjadikannya sebagai jalan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Pilihan hidup itu kemudian melahirkan sebuah gagasan menarik: “One Travel One Pesantren”.
Program yang digagas Ketua Umum DPP Aliansii Silaturahmi Penyelenggara Haji dan Umrah Azhari Indonesia( ASPHURI) yang tak lain adalah Haji Faisal Ibrahim Surur tersebut bukan sekadar slogan. Di dalamnya terkandung visi untuk mengintegrasikan industri perjalanan haji dan umrah dengan penguatan pendidikan Islam. Setiap lembaga travel diharapkan memiliki keterkaitan nyata dengan pengembangan pesantren. Sebuah ide sederhana, tetapi memiliki dampak strategis bagi masa depan umat.
Sekretaris Jenderal DPP ASPHURI, H Mulya Rahayu Rachmatullah LC MA menyebut gagasan ini sejalan dengan misi besar organisasi para alumni Al-Azhar yang bergerak di bidang penyelenggaraan perjalanan ibadah. Bagi ASPHURI, travel bukan hanya lembaga bisnis, melainkan juga medium pendidikan.
Di sinilah program tersebut menemukan relevansinya. Industri perjalanan ibadah di Indonesia berkembang pesat. Namun pertanyaannya, apakah pertumbuhan itu juga membawa manfaat lebih luas bagi penguatan umat?
Baca juga: Sosok Faisal Ibrahim Surur Direktur PT Saudi Patria Wisata, Sumbang Asadiyah Bangun Auditorium
Faisal mencoba menjawabnya dengan pendekatan yang berbeda. Ia melihat travel sebagai bagian dari ekosistem dakwah dan pendidikan. Dari sinilah lahir gagasan bahwa setiap lembaga perjalanan ibadah seharusnya memiliki kontribusi langsung terhadap pesantren.
Secara organisatoris, ASPHURI menempatkan gagasan ini dalam kerangka tiga pilar pengembangan.
Pertama, Agent of Education, yakni menjadikan lembaga travel sebagai sarana dakwah pendidikan dengan membawa tradisi keilmuan Al-Azhar kepada masyarakat. Kedua, Agent of Culture and Technology, yakni membangun budaya bisnis yang sehat sekaligus memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kinerja organisasi. Ketiga, Agent of Economic Development, yaitu penguatan ekonomi anggota yang diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Ketiga pilar ini menunjukkan bahwa organisasi keumatan tidak harus berjalan dengan cara lama. Ia bisa bergerak dengan pendekatan modern, memanfaatkan teknologi, sekaligus menjaga nilai-nilai spiritual.
Di balik gagasan itu, perjalanan hidup Haji Faisal Ibrahim Surur sendiri merupakan cerita yang tidak kalah inspiratif. Ia lahir dan tumbuh di lingkungan religius di Pompanua, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kakeknya, seorang ulama, selalu menanamkan pesan sederhana, namun mendalam: jauhi rezeki yang haram. Nilai itu menjadi fondasi moral yang membentuk karakter Faisal sejak kecil.
Masa kecilnya jauh dari kemewahan. Bersama kakaknya, ia berjualan es lilin, asinan, dan makanan ringan di sekolah. Pengalaman itu membentuk mental kewirausahaan sekaligus ketahanan hidup.
| Momen Lebaran Haji, Syahrul YL Sedih 2 Kali Tinggalkan Tahajjud Sejak 2,5 Tahun di Sukamiskin |
|
|---|
| Resepsi Putra-Putri A Muin Fahmal–Malik Faisal Bertabur Profesor, Silaturahmi Akademisi dan Politisi |
|
|---|
| Bom Diduga Peninggalan Perang Dunia II Meledak di Biak, Dua Tewas dan Empat Warga Masih Hilang |
|
|---|
| Kesurupan di Gunung Nepo Parepare, 20 Pendaki Dievakuasi Tim SAR Gabungan |
|
|---|
| Vihara Girinaga Dipadati 700 Umat Buddha, Waisak 2570 Gaungkan Pesan Damai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260306_FAISAL-IBRAHIM_pendiri-saudi-wisata.jpg)