Krisis Air Bersih
Krisis Air Bersih di Maros, Warga Terpaksa Gunakan Air Empang dan Sawah
Warga Marusu dan Bontoa di Maros terpaksa gunakan air empang dan sawah untuk mandi dan mencuci. Air bersih dibeli mahal, bantuan mulai disalurkan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Sekali angkut, ia membawa delapan jeriken berukuran lima liter.
Total ada empat titik sumber air yang digunakan warga.
“Setiap pagi dan sore kami ambil air di sini. Airnya berasal dari sawah warga yang tertampung. Kami sudah krisis air sejak bulan Mei,” katanya.
Air digunakan untuk mandi dan mencuci.
Untuk minum, warga memakai air galon.
Darmi menyebut air sawah yang digunakan sudah keruh dan ditempati bebek hingga sapi.
Setelah mandi, kulit terasa gatal.
Namun, membeli air dirasa sangat membebani ekonomi rumah tangga.
“Harganya Rp55 ribu, itu pun hanya dipakai paling lama empat hari,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Maros mulai menyalurkan air bersih.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan BPBD Maros menurunkan empat unit tangki air yang beroperasi setiap hari.
Jika belum mencukupi, Pemkab melibatkan PDAM dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Sejumlah pihak eksternal juga turut menyalurkan bantuan air bersih.
“Seperti Angkasa Pura dan PMI juga akan menyalurkan,” tambah Chaidir.
Di beberapa titik Kecamatan Bontoa, suplai air bersih sudah tertangani melalui booster PDAM.
| DPRD Desak Direksi Baru PDAM Atasi Krisis Air di Utara dan Timur Makassar |
|
|---|
| Deforestasi dan Tambang Ilegal Biang Kerok Krisis Air Bersih di Bone |
|
|---|
| Tim Chaidir Syam - Muetazim Gencar Salurkan Air Bersih di Maros, 10 Lokasi Sehari |
|
|---|
| Pakai Dana BTT Rp100 Juta, Pemkab Maros Sulsel Distribusi Air Bersih di 9 Kecamatan |
|
|---|
| Selain Kemarau, Warga Batangase Maros Temukan Penyebab Lain Air PDAM Tak Mengalir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-09-07-KRISIS-AIR.jpg)