Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hima LPDP Unhas Mengabdi di Benteng Gajah Demi Wujudkan Desa Sehat dan Mandiri di Maros

Himpunan Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Universitas Hasanuddin

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/DOK HIMA LPDP UNHAS
FOTO BERSAMA - Pengurus Himpunan Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Universitas Hasanuddin foto bersama di sela kegiatan pengabdikan kepada masyarakat melalui program "Awardee Mengabdi 7.0" di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad/Minggu (2-3/5/2026). 

TURIKALE, TRIBUN-TIMUR.COM - Himpunan Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Universitas Hasanuddin menggelar pengabdikan kepada masyarakat melalui program "Awardee Mengabdi 7.0".

Mengusung tema "Bersama Mengabdi, Mewujudkan Desa Sehat dan Mandiri", kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad/Minggu (2-3/5/2026), di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Program ini dirancang sebagai platform kontribusi nyata para penerima beasiswa (awardee) terhadap pembangunan masyarakat di tingkat akar rumput.

Wakil Lurah LPDP Unhas, Aditya Idris mengatakan, agenda tahunan ini merupakan manifestasi komitmen mahasiswa untuk menciptakan dampak positif bagi kemajuan desa.

"Kami ingin memastikan kehadiran awardee LPDP tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi langsung sebagai solusi bagi tantangan yang dihadapi masyarakat," ujarnya dalam rilis kegiatan.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua pilar utama.

Pertama, pilar kesehatan berupa penyuluhan penyakit tidak menular dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kedua, pilar ekonomi berupa workshop penguatan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.

Ketua Panitia, Dian Meylani melaporkan, antusiasme warga yang cukup tinggi.

Tercatat sebanyak 50 warga mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan, sementara 50 partisipan lainnya terlibat aktif dalam workshop ekonomi kreatif.

Kepala Desa Benteng Gajah, Anshar mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi desa dalam mengembangkan kesehatan masyarakat dan ekonomi mandiri.

"Kami memiliki potensi besar pada komoditas pisang Cavendish. Melalui workshop ini, kami berharap warga mampu menciptakan produk olahan berkualitas yang menjadi oleh-oleh khas, mengingat posisi desa kami strategis sebagai penopang bagi desa wisata di sekelilingnya," kata Anshar.

Dalam sesi Workshop Ekonomi Kreatif, Lurah LPDP Unhas, Muhammad Taufik hadir sebagai narasumber.

Peserta tidak hanya diberikan teori mengenai nilai tambah produk (value-added), tetapi juga melakukan praktik langsung pengolahan keripik pisang dengan berbagai varian rasa serta teknik pengemasan (packaging) yang menarik untuk meningkatkan daya saing pasar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved