Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alwyldan Mustahir Soroti Gondola di Tompobulu, Minta Pemkab Maros Bangun Jembatan

Puluhan siswa di Tompobulu harus menyeberangi sungai dengan gondola darurat. DPRD Maros desak pembangunan jembatan permanen.

|
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Nurul /Tribun Timur
GONDOLA TOMPOBULU Penampakan gondola yang digunakan siswa Dusun Makmur, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, untuk mengakses pendidikan. Puluhan siswa setiap hari harus menyeberangi sungai deras menggunakan gondola sederhana sepanjang 400 meter untuk sampai ke sekolah. 

“Kami sudah koordinasi dengan Balai. Insyaallah besok kami akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan,” ujarnya.

Alfian menambahkan, hasil peninjauan akan menjadi dasar penyusunan perencanaan teknis.

Pembangunan jembatan diharapkan segera masuk prioritas dan mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Karena lokasinya di daerah aliran sungai, tentu harus melibatkan Balai agar sesuai standar teknis,” katanya.

Sebelumnya, akses pendidikan di Dusun Makmur masih terkendala.

Puluhan siswa setiap hari harus menyeberangi sungai deras menggunakan gondola sederhana sepanjang 400 meter untuk sampai ke sekolah.

Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari dua tahun karena belum ada jembatan permanen yang menghubungkan Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi.

Gondola dibangun swadaya oleh pemilik tanah.

Untuk menyeberang, dibutuhkan waktu sekitar 5–7 menit.

Gondola bergerak jika tali yang terhubung pada katrol di tiang beton ditarik.

Salah satu siswa kelas 3 SD, Farel, mengatakan setiap hari ia bersama teman-temannya bergantian menarik gondola secara manual agar bisa sampai di seberang.

“Biasanya kami berangkat jam 06.30 dan sampai sekolah sekitar jam 08.30,” sebutnya.

Sebelum ada gondola, ia menembus aliran sungai dengan berjalan kaki.

“Kalau air sungai naik, saya sering tidak ke sekolah karena takut menyeberang,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Misra, murid lainnya.

“Mau tidak mau lewat sini, karena tidak ada jalur lain,” katanya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved