Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makan Bergizi Gratis

Dapur MBG Dorong Ekonomi Lokal, 50 UMKM Maros Sudah Terlibat

Sebanyak 10 ribu UMKM kini terhubung dengan dapur MBG. Di Maros, 50 UMKM lokal sudah terlibat, lapangan kerja terbuka luas.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Nurul /Tribun Maros
MBG MAROS– Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat berkunjung ke SPPG 01 Mandai, Kabupaten Maros, Jumat (29/8/2025). Sebanyak 10 ribu UMKM di seluruh Indonesia kini terhubung dengan dapur SPPG melalui program Menu Bergizi Gratis (MBG). 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Sebanyak 10 ribu UMKM di seluruh Indonesia kini terhubung dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui program Menu Bergizi Gratis (MBG).

Jumlah tersebut menunjukkan luasnya dampak program prioritas pemerintah tidak hanya fokus pada gizi masyarakat, tetapi juga penguatan ekonomi rakyat kecil.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat berkunjung ke SPPG 01 Mandai, Kabupaten Maros, Jumat (29/8/2025).

Ia menjelaskan, MBG dirancang sebagai penggerak ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai penyedia bahan pangan utama.

“Sekitar 85 persen anggaran MBG digunakan membeli bahan-bahan dapur seperti sayuran, daging, ikan, ayam, hingga telur. Semua itu berasal dari petani, pekebun, dan UMKM di desa,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, pelaku UMKM memiliki kepastian pasar.

Pendapatan mereka juga meningkat dibandingkan sebelum program MBG berjalan.

Ia mencontohkan, pembudidaya ikan kini mendapat permintaan lebih besar karena SPPG rutin menggunakan ikan sebagai sumber protein dua kali sepekan.

“Ikan itu kemudian diolah oleh ibu-ibu. Bahkan ada 10 sampai 13 pekerja yang khusus menangani pencabutan durinya,” jelas Riza.

Riza menyebut SPPG Mandai 01 mendapat predikat Ramah UMKM karena lebih dari 60 persen produk yang digunakan berasal dari UMKM.

“Predikat ini penting untuk memberi motivasi agar semakin banyak dapur SPPG melibatkan UMKM,” tegasnya.

Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, menekankan pentingnya menjaga rantai pasok.

Menurutnya, rantai pasok dari petani, UMKM, hingga dapur SPPG harus tetap terjaga agar suplai bahan makanan stabil dan berkualitas.

“Kalau rantai pasok ini terjaga, bahan makanan tetap segar, harga stabil, dan inflasi bisa dikendalikan,” kata Suardi.

Ia menambahkan, peran masyarakat sangat penting agar rantai pasok tidak terputus.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved