Harga BBM Naik
Mahasiswa Jakarta dan Kendari Sudah Turun ke Jalan, Makassar Masih Antre di SPBU
Hingga Kamis (11/6/2026) siang, belum tampak aksi demonstrasi yang secara khusus menyoroti kenaikan harga Pertamax.
Sebaliknya, antrean kendaraan pada jalur Pertalite terlihat lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Ahmad, salah seorang pengendara motor, mengaku memutuskan beralih dari Pertamax ke Pertalite karena harga BBM nonsubsidi itu dinilai sudah terlalu mahal.
"Pertalite mi saya pakai sekarang," ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan jumlah kendaraan yang mengisi Pertamax tidak sampai 10 unit dalam kurun waktu hampir satu jam.
Kondisi tersebut berbeda dengan jalur Pertalite yang dipenuhi antrean kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, tidak semua pengguna memilih meninggalkan Pertamax.
Firdaus, salah seorang pengguna mobil, mengaku tetap bertahan menggunakan Pertamax meski harganya naik hampir Rp4.000 per liter.
Menurutnya, kualitas BBM tersebut masih sesuai dengan kebutuhan kendaraannya.
"Bertahun-tahun saya pakai Pertamax, baik untuk motor maupun mobil," katanya.
Namun Firdaus mengaku keberatan dengan besarnya kenaikan harga yang diberlakukan.
Ia menilai kebijakan tersebut akan berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja dan beraktivitas.
"Ini menyusahkan rakyat," ujarnya.
Firdaus juga memperkirakan kenaikan harga BBM akan memengaruhi berbagai sektor lain karena biaya operasional dan distribusi barang ikut meningkat.
Saat mahasiswa di Jakarta dan Kendari mulai turun ke jalan menyuarakan penolakan, warga Makassar sejauh ini masih merespons kenaikan harga Pertamax dengan cara berbeda: menghitung ulang pengeluaran dan mengantre di SPBU untuk mencari pilihan BBM yang lebih terjangkau.
TRIBUN-TIMUR.COM /TribunJakarta/TribunKendari/Kompas.com/Tribunnews
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Kadin Sulsel: Kenaikan Harga Pertamax Beratkan Seluruh Sektor Usaha, Termasuk UMKM |
|
|---|
| Kaget Pertamax Naik, Warga Watang Sawitto Pinrang Lebih Pilih Beli Pertalite di Pertamini |
|
|---|
| Naik Rp4 Ribu, Antrean Pertamax Sepi di SPBU Talasalapang |
|
|---|
| Harga Naik, Tak Ada Pembeli Pertamax di SPBU Toraja Utara |
|
|---|
| Harga Pertamax Melejit Rp16.650, Antrean Pertalite di SPBU Rubae Pinrang Mengular |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/DEMO-BBM-Kolase-demo-kenaikan-harga-Pertamax-di-Jakarta-kiri-dan-Kendari-kanan.jpg)