Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Kadin Sulsel: Kenaikan Harga Pertamax Beratkan Seluruh Sektor Usaha, Termasuk UMKM

Sulsel menjadi salah satu daerah yang cukup terdampak karena aktivitas distribusi barang dan jasa masih sangat bergantung pada transportasi darat.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Tribun-timur.com
HARGA PERTAMAX - Foto terbaru Wakil Ketua Umum Kadin Sulsel, Satriya Madjid dikirim ke Tribun-Timur.com, Minggu (7/6/2026) lalu. Satriya Madjid menilai kenaikan harga Pertamax memberatkan semua sektor usaha, termasuk UMKM. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter atau sekitar 32,14 persen dinilai akan memberikan banyak dampak bagi pelaku usaha di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Salah satunya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Satriya Madjid, mengatakan kenaikan harga bahan bakar non-subsidi tersebut merupakan lonjakan yang cukup besar dan berpotensi meningkatkan biaya operasional berbagai sektor usaha.

Menurutnya, Sulsel menjadi salah satu daerah yang cukup terdampak karena aktivitas distribusi barang dan jasa masih sangat bergantung pada transportasi darat.

Kondisi tersebut membuat biaya logistik dan distribusi bahan baku berpotensi meningkat seiring naiknya harga bahan bakar.

“Wilayah Sulawesi Selatan yang cukup luas sangat bergantung pada transportasi darat. Artinya distribusi logistik, bahan baku, dan berbagai kebutuhan usaha sangat tergantung pada sektor transportasi,” kata Satriya, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (10/6/2026).

Satriya menjelaskan, dampak kenaikan harga Pertamax semakin terasa ketika pasokan bahan bakar subsidi di sejumlah SPBU terbatas atau bahkan habis akibat antrean panjang.

Dalam kondisi tersebut, pelaku usaha maupun masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain beralih ke bahan bakar non-subsidi.

“Ketika antrean di SPBU untuk bahan bakar subsidi panjang dan stoknya habis, mau tidak mau masyarakat dan pelaku UMKM akan menggunakan Pertamax. Itu tidak bisa dihindari,” jelasnya.

Baca juga: Harga Pertamax Melejit Rp16.650, Antrean Pertalite di SPBU Rubae Pinrang Mengular

Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Inkindo Sulsel itu menilai kenaikan biaya bahan bakar akan langsung memengaruhi biaya distribusi dan harga perolehan bahan baku.

Akibatnya, banyak pelaku UMKM diperkirakan akan menyesuaikan harga jual produk mereka demi menjaga keberlangsungan usaha.

Satriya menegaskan bahwa dampak kenaikan harga Pertamax tidak hanya dirasakan sektor logistik, tetapi hampir seluruh sektor usaha.

Sebab, distribusi barang menjadi komponen penting dalam rantai pasok berbagai jenis usaha.

“Bukan hanya sektor logistik yang terdampak, tetapi semua sektor, termasuk UMKM. Ketika bahan bakar subsidi sulit didapat, masyarakat beralih ke non-subsidi dan Pertamax menjadi pilihan utama. Dampaknya akan dirasakan secara luas,” jelas Satriya.

Meski demikian, ia mengakui kenaikan harga bahan bakar non-subsidi dapat membantu kondisi fiskal negara.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved