Harga BBM Naik
Harga Pertamax Melejit Rp16.650, Antrean Pertalite di SPBU Rubae Pinrang Mengular
Jalur pengisian jenis Pertalite dan Solar dilaporkan mengalami peningkatan volume kendaraan hari ini di Pinrang.
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Harga bahan bakar minyak jenis Pertamax resmi mengalami penyesuaian kenaikan harga yang cukup signifikan.
Kenaikan tarif ini mulai diberlakukan sejak tengah malam tadi di, kenaikan Pertamax juga berdampak di wilayah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Harga komoditas nonsubsidi tersebut melonjak dari harga awal sebesar Rp12.600 per liter.
Kini masyarakat harus menebus BBM jenis Pertamax sebesar Rp16.650 untuk setiap liternya.
Kebijakan baru ini dibenarkan langsung oleh Pengawas SPBU Sawitto, Jalan Poros Pinrang-Parepare, Kecamatan Watang Sawitto, Bram, saat ditemui Tribun-Timur.com di Kantornya.
"Sejak tadi malam jam 12.00 malam ada imbauan dari Pertamina," kata Bram menerangkan, Rabu (10/6/2026).
Bram menyebutkan terjadi perubahan harga eceran yang diumumkan secara resmi oleh korporasi.
"Ada perubahan harga Pertamax, dari harga 12.600 naik 16.650," jelas Bram menambahkan.
"Kenaikannya Rp.4.050, kurang lebih 30 persen naiknya," rinci hitungan presentasi Bram.
Kondisi lonjakan harga ini memicu terjadinya pergeseran konsumsi konsumen ke produk bersubsidi.
Baca juga: Pertamax Naik, SPBU Pintu Satu Unhas Kehabisan Stok Pertamax dan Pertalite
Jalur pengisian jenis Pertalite dan Solar dilaporkan mengalami peningkatan volume kendaraan hari ini.
Bram tidak menampik adanya tambahan kepadatan antrean kendaraan di area stasiun pengisian.
"Pasti ada ini, tambahan lonjakan karena kemarin memang banyak yang lari ke Pertamax," ungkapnya.
Faktor ekonomi disinyalir menjadi alasan utama warga kembali memburu pasokan bensin subsidi.
| Harga Pertamax Naik, Pengendara Ngeluh Pengeluaran Bertambah |
|
|---|
| Warga Parepare Pilih Antre Pertalite: Sekarang Ngeri Pakai Pertamax |
|
|---|
| Pengendara Makassar Protes Harga Pertamax Naik 32 Persen: Menyusahkan Rakyat! |
|
|---|
| Harga Pertamax Tak Lagi Ramah Kantong, Warga Makassar Beralih ke Pertalite |
|
|---|
| BBM Non-Subsidi Melonjak, Akademisi Prediksi Tekanan pada Keuangan Rumah Tangga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260610-SPBU-Pinrang.jpg)