Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Mahasiswa Jakarta dan Kendari Sudah Turun ke Jalan, Makassar Masih Antre di SPBU

Hingga Kamis (11/6/2026) siang, belum tampak aksi demonstrasi yang secara khusus menyoroti kenaikan harga Pertamax.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
DEMO BBM – Kolase aksi penolakan kenaikan harga Pertamax di Jakarta (kiri) dan Kendari (kanan), yang diwarnai tuntutan terhadap pemerintah agar memberikan solusi atas meningkatnya beban hidup masyarakat. Sementara di Makassar (tengah), warga masih terlihat mengantre di SPBU menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi. Hingga Kamis (11/6/2026), belum terlihat aksi demonstrasi terkait kebijakan tersebut. 

Menurutnya, kenaikan harga BBM menjadi salah satu pemicu utama mahasiswa kembali turun ke jalan.

"Aksi tadi sebagai respons spontan terhadap dinamika politik kebangsaan kita hari ini, dan pemantiknya memang karena adanya kenaikan BBM itu," ujar Amiruddin.

Selain menyoroti kenaikan harga BBM, massa aksi juga mengangkat sejumlah isu lain seperti transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, hingga dugaan korupsi dalam sejumlah program pemerintah.

Aksi tersebut sempat berlangsung tegang sebelum akhirnya dibubarkan aparat kepolisian sekitar pukul 21.32 WIB.

Sementara itu, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) juga turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Demonstrasi berlangsung di kawasan Bundaran Tank mulai sore hingga malam hari.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membakar ban bekas di tengah jalan sebagai simbol protes terhadap kebijakan pemerintah.

Aksi itu menyebabkan kepadatan kendaraan di kawasan Anduonohu yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan bisnis baru di Kota Kendari.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai kenaikan harga BBM akan memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.

Mereka khawatir biaya transportasi dan distribusi barang akan meningkat sehingga mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.

Mahasiswa juga menilai pemerintah kurang mempertimbangkan dampak yang akan dirasakan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Mereka bahkan berencana memperluas gerakan dengan membangun konsolidasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas jurusan dan berbagai perguruan tinggi di Kendari.

Di tengah munculnya gelombang protes tersebut, situasi di Makassar masih relatif tenang.

Pantauan Tribun Timur di SPBU 74.902.31 Jalan AP Pettarani menunjukkan aktivitas masyarakat lebih banyak terfokus pada penyesuaian konsumsi BBM setelah kenaikan harga Pertamax.

Jalur pengisian Pertamax tampak lengang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved