Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Geng Motor di Makassar

Ternyata Ada Mahasiswa Anggota Geng Motor Pembacok Bocah 13 Tahun Makassar

Mahasiswa ditangkap kasus penyerangan bocah 13 tahun di Makassar menggunakan senjata tajam

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Saat Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana (kedua dari kiri) didampingi Kasat Reskrim AKBP Devi Sujana dan Kasi Humas Kompol Wahiduddin serta Kasi Propam Kompol Ramli, menampilkan barang bukti lima pelaku pembacokan bocah 13 tahun di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Selasa (12/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • MR bersama 4 temannya ditangkap Polrestabes Makassar
  • Mereka pelaku penyerangan berandal jalan itu, terjadi di Jl Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Minggu (10/5/2026) dini hari

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ternyata ada mahasiswa jadi anggota geng motor peneror warga di Kota Makassar.

Inisialnya MR (18) tahun. Ia berstatus mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi Makassar.

MR bersama 4 temannya ditangkap Polrestabes Makassar.

Mereka pelaku penyerangan berandal jalan itu, terjadi di Jl Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Minggu (10/5/2026) dini hari.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, lima dari total tujuh terduga pelaku telah ditangkap.

Kelima terduga pelaku masing-masing berinisial MY (20), FG (19), MA (18), AF (19), dan MR (18).

Mereka ditangkap di beberapa lokasi di wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

"Pelaku sekarang ada lima orang yang sudah tertangkap," kata Kombes Pol Arya Perdana saat merilis pengungkapan kasus itu di kantornya, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Selasa (12/5/2026).

"Kemarin kita sudah melakukan penyelidikan awalnya 2 orang. Alhamdulillah sekarang sudah ada lima pelaku," tambahnya.

Latar belakang ke lima pelaku, lanjut Arya, AF adalah pedagang, MR mahasiswa, MY buruh harian, MFG buruh harian dan MA sopir.

"Barang bukti yang kami sita, satu buah parang, tiga buah anak panah besi, satu buah ketapel, satu buah helm dan dua unit sepeda motor," jelasnya 

Adapun motif di balik penyerangan itu diungkap Arya, adalah dendam.

Salah satu pelaku kata dia, awalnya sempat melintas di lokasi kejadian sebelum penyerangan terjadi.

Saat melintas, pelaku berinisial AF mengaku sempat diancam anak panah busur di sekitar lokasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved