Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Geng Motor di Makassar

Prof Laode: Pengawasan Polisi Masih Lemah!

Guru Besar UMI Laode Husen menyoroti lemahnya pengawasan aparat kepolisian di tengah maraknya aksi geng motor.

Tayang:
Istimewa
GENG MOTOR - Sekelompok geng motor menyerang warung makan di Jalan Poros Maros–Pangkep, tepatnya di Lingkungan Barandasi, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (20/4/2026).   

TRIBUN-TIMUR.COM - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Laode Husen, menyoroti lemahnya pengawasan aparat kepolisian di tengah maraknya aksi geng motor.

Ia menegaskan, polisi tidak boleh kalah dari geng motor yang kian meresahkan masyarakat.

Menurutnya, seluruh jajaran kepolisian harus bergerak aktif.

Mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek.

Semua harus terlibat dalam upaya pemberantasan.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah meningkatkan patroli.

Terutama di wilayah-wilayah yang rawan terjadi aksi geng motor.

Belakangan ini, aksi geng motor kembali marak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka bahkan melakukan teror hingga ke pemukiman warga.

Aksi yang dilakukan tidak lagi sekadar konvoi.

Geng motor kerap membawa senjata tajam.

Mulai dari anak panah busur, parang, hingga pistol.

“Harus aktif patroli di masing-masing Polres sampai Polsek. Tidak boleh lengah, tidak boleh kalah dari geng motor,” kata Prof Laode, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, geng motor di Makassar umumnya beraksi pada waktu rawan.

Yakni pada dini hari hingga menjelang subuh.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved