Cerita Rita Suryaningsih Meracik Identitas Makassar dalam Sarabba Instan Sukma Jahe
Rita bersama suaminya menenun mimpi, membawa Sarabba, minuman legendaris tanah Bugis-Makassar melintasi batas ruang dan waktu.
“Omzet bertambah setelah ikut Rumah BUMN, dan banyak ilmu serta peluang untuk berkembang.” katanya.
Transformasi ini membawa Sukma Jahe bukan lagi sekadar "jualan rumahan", melainkan produk UMKM yang siap bersaing secara profesional.
Kini, Sukma Jahe bukan hanya minuman penghangat saat sakit, tapi telah bertransformasi menjadi identitas lokal. Pelanggan menjadikannya oleh-oleh, suvenir acara berkelas, bahkan materi buket yang unik.
Di tengah gempuran boba dan kopi susu kekinian, Rita tetap setia pada jalur rempah. Baginya, Sukma Jahe adalah cara sederhana untuk berkata bahwa produk lokal Makassar itu keren dan berkualitas.
"Ini bukan cuma tentang rasa hangat rempah. Ini tentang cerita tanah Bugis-Makassar, tentang warisan yang diracik bertahun-tahun. Kalau bukan kita yang menjaga dan membesarkan produk lokal, siapa lagi?"
Mimpi Rita sederhana namun ambisius: dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, Sukma Jahe harus ada di setiap keranjang belanja wisatawan dan toko ritel.
Ia ingin dunia tahu bahwa kehangatan Makassar bisa dibawa pulang dalam kemasan praktis, siap menyentuh sukma siapa pun yang menyesapnya.
Sebab bagi Rita, setiap tegukan Sukma Jahe adalah janji bahwa rasa lokal punya tempat untuk mendunia.
| DPRD Sulsel Warning Pemprov soal Utang Proyek Rp46 Miliar dan Cicilan Dana PEN |
|
|---|
| Tangis Penjual Nasi Kuning Menetes di Asrama Haji, Nabung Mulai Rp10 Ribu hingga Bisa Berhaji |
|
|---|
| 387 Jamaah Kloter 25 Asal Papua Barat Tiba di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Terparah Sejak 2018, Banjir Bone Disebabkan Pendangkalan Drainase dan Pasang Air Laut |
|
|---|
| Laga Emosional Ahmad Amiruddin! Ayo PSM Makassar Kalahkan Arema FC di Markasnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260608_Sukma_Jahe.jpg)