Cerita Rita Suryaningsih Meracik Identitas Makassar dalam Sarabba Instan Sukma Jahe
Rita bersama suaminya menenun mimpi, membawa Sarabba, minuman legendaris tanah Bugis-Makassar melintasi batas ruang dan waktu.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di ujung jalan buntu Jalan Borong Indah A9, aroma tajam jahe yang beradu dengan manisnya gula aren menguar di udara.
Bukan sekadar wangi dapur biasa, ini adalah aroma yang bagi banyak orang Makassar berarti "pulang".
Di sinilah, di bawah bendera Monity Jaya Bersama, Rita Suryaningsih bersama suaminya Zukri sedang menenun mimpi, membawa Sarabba, minuman legendaris tanah Bugis-Makassar melintasi batas ruang dan waktu.
Bagi Rita, Sarabba adalah memori. Namun, ia punya hubungan yang rumit dengan minuman ini. Sebagai pencinta rempah, ia sering merana karena setiap kali meminum Sarabba di pinggiran jalan, perutnya sering berontak.
"Awalnya karena saya penyuka minuman rempah, tapi selalu berakhir diare," kenang Rita dengan senyum tipis saat ditemui Jumat (8/5).
Beruntung, Rita bersuamikan seorang alumni Teknologi Pertanian Unhas yang paham betul anatomi produksi pangan.
Di laboratorium mini rumah tangga mereka, sang suami mencoba meracik Sarabba yang higienis namun tetap otentik.
Hasilnya? Rita bukan hanya "aman", tapi ia jatuh cinta pada rasa itu.
Dari rasa syukur pribadi itulah, lahir sebuah pemikiran besar, mengapa kehangatan ini tidak dikemas dengan praktis agar bisa dinikmati siapa saja, kapan saja, tanpa harus menembus kemacetan menuju Jalan Sungai Cerekang?
Maka lahirlah Sukma Jahe. Nama yang lahir dari keterdesakan administrasi, namun membawa doa yang mendalam.
"Saat meminumnya, rasanya merasuk hingga ke sukma, ke jiwa. Semoga nama itu menjadi doa yang terkabul," harap Rita.
Masuk ke ruang produksi Monity Jaya Bersama adalah pengalaman sensorik yang magis. Ada aroma hangat yang sanggup membangkitkan kerinduan pada keramahan kampung halaman dan pelukan keluarga.
Namun, di balik suasana puitis itu, ada ketegasan standar yang tak bisa ditawar. Rita sangat selektif.
Jahe yang digunakan harus berusia di atas 9 bulan saat pedasnya mencapai puncak kematangan. Gula aren dipilih yang terbaik, dipadukan dengan susu nabati grade tertinggi.
"Semua bahan tidak boleh meleset dari standar baku. Itulah rahasia kecil kami menjaga keaslian rasa," tegasnya.
| DPRD Sulsel Warning Pemprov soal Utang Proyek Rp46 Miliar dan Cicilan Dana PEN |
|
|---|
| Tangis Penjual Nasi Kuning Menetes di Asrama Haji, Nabung Mulai Rp10 Ribu hingga Bisa Berhaji |
|
|---|
| 387 Jamaah Kloter 25 Asal Papua Barat Tiba di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Terparah Sejak 2018, Banjir Bone Disebabkan Pendangkalan Drainase dan Pasang Air Laut |
|
|---|
| Laga Emosional Ahmad Amiruddin! Ayo PSM Makassar Kalahkan Arema FC di Markasnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260608_Sukma_Jahe.jpg)