Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Anak Mantu Danny Pomanto Dukung Pembangunan PSEL di Makassar

Udin Shaputra Malik, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/ist
DUKUNG PSEL MAKASSAR - Anggota Komisi A DPRD Makassar, dr Udin Shaputra Malik, saat ditemui di Gedung sementara DPRD Makassar. Udin dukung penuh pembangunan PSEL di Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Anggota DPRD Makassar, Udin Shaputra Malik, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Pengelolaan Sampah berbasis Energi Listrik (PSEL).

Politisi Daerah Pilihan (Dapil) Biringkanaya Tamalanrea itu, setuju dimanapun pembangunan PSEL dipusatkan.

Sebelumnya, PSEL direncanakan akan dibangun di Kecamatan Tamalanrea, namun kini kembali di arahkan ke TPA Tamangapa Kecamatan Manggala

Udin Malik mengatakan, perubahan skema dari sebelumnya yang hanya mengakomodasi sampah Kota Makassar perlu dikaji ulang secara menyeluruh, termasuk penentuan lokasi yang hingga kini mengarah ke kawasan Antang.

"Nah, sekarang ini kan ada kerja sama bersama Maros dan Gowa. Jadi, dengan penempatannya di mana, ini kan sebenarnya pun juga kan sejauh ini memang mengarah ke Antang,” kata anak mantu Danny Pomanto, wali kota Makassar periode 2014-2019 & 2020-2024 ini kepada Tribun Timur, Senin (6/4/2026).

Ia mengaku, studi kelayakan atau feasibility study, termasuk analisis dampak lalu lintas (Amdal Lalin), wajib dilakukan sebelum proyek dijalankan.

"Karena bayangkan kalau ada tambahan armada dari kabupaten lain, dan kalau masih dengan kondisi jalan seperti sekarang, itu pasti akan menambah volume kendaraan di situ dan pasti akan memperparah kemacetan di situ,” ujarnya.

Baca juga: 84 Persen Warga Makassar Dukung Proyek PSEL di TPA Tamangapa

Udin menyebut, pihaknya tidak mempermasalahkan lokasi pembangunan selama memenuhi kriteria teknis yang telah ditentukan, termasuk kedekatan dengan sumber air.

"Karena kan PSL itu juga ada kriterianya dia, termasuk salah satunya adalah dekat dengan sumber air,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menanggapi adanya penolakan warga di daerah pemilihan (dapil), yang menurutnya harus dijawab dengan penjelasan teknologi yang transparan dari pihak penyedia.

Kekhawatiran masyarakat, lanjut Udin, terutama terkait potensi polusi udara dan bau dari proses pengolahan sampah.

"Terkait kemarin itu ada riak di Dapil terkait penolakan warga, memang kami sempat ketemu dengan warga dan saya bilang semua harus dikembalikan lagi kepada teknologinya. Jadi semua kekhawatiran-kekhawatiran warga itu harus terjawab dengan vendornya, gitu loh,” kata dia.

Meski demikian, ia mengakui informasi terkait teknologi yang akan digunakan masih terbatas, sehingga dirinya belum mengetahui secara pasti soal PSEL.

“Nah, ini kan kita masih kurang sekali informasi tentang teknologi bagaimana mau dipakai, jadi kita juga belum tahu stance-nya di mana kita, kita duduk, pokoknya pendirian kita bagaimana toh karena memang masih kurang sekali informasi tentang teknologinya,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa aspek lokasi bukan menjadi persoalan utama, melainkan kesiapan infrastruktur dan teknologi dalam mengantisipasi dampak.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved