500 Imam Rawatib Ikut Coaching Clinic Kolaborasi Pemkot Makassar dan Bosowa Peduli
Tidak hanya memimpin salat, imam juga menjadi rujukan bagi jamaah dalam berbagai persoalan keagamaan.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan untuk menyalahkan praktik yang sudah berjalan, melainkan sebagai upaya meningkatkan kualitas keimaman di masa depan.
“Ini bukan berarti yang dilakukan selama ini salah, tetapi ada hal-hal yang perlu diperbaiki agar ke depan menjadi lebih baik,” katanya.
Selain meningkatkan kompetensi, Munafri juga menyoroti pentingnya keberlanjutan peran imam di masjid.
Ia mendorong para imam untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menggantikan atau mengisi kebutuhan imam di masjid lain.
“Imam-imam ini harus punya penerus. Harus menciptakan calon-calon imam yang bisa menggantikan atau mengisi masjid lainnya dengan kemampuan yang baik,” lanjutnya.
Ia menambahkan, masjid memiliki fungsi yang lebih luas di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan tempat melahirkan generasi Qurani.
“Masjid tidak hanya tempat salat, tetapi juga tempat membina umat, termasuk menciptakan generasi Qurani. Di sini peran imam sangat penting,” pungkas Munafri.
Coaching clinic ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Muammar Bakry yang merupakan Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar sekaligus Rektor Universitas Islam Makassar.
Serta Abdul Aziz Alareqi, ulama dan hafiz Al-Qur’an asal Yaman yang aktif berdakwah di Indonesia.
Kegiatan ini juga dihadiri Founder Bosowa Corporation Aksa Mahmud dan Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pemerintah-Kota-Makassar-berkolaborasi-dengan-Bosowa-Peduli.jpg)