Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Takut Ditembak, Pak Ogah yang Panah Ojol di Makassar Menyerahkan Diri

Kapolsek Manggala, Semuel To'longan, mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan kepada keluarga

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
PELAKU PEMBUSURAN - Kolase foto driver ojek online berinisial SS (29) melintas di jembatan Jl Inspeksi Kanal Bangkala dengan kondisi pinggang tertancap anak panah busur, Sabtu (16/5/2026) dan saat Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan memperlihatkan pelaku pembusuran inisial MRH (17) mengenakan baju tahanan Polsek Manggala, Selasa (19/5/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaku pembusuran (pemanah) terhadap seorang driver ojek online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah tiga hari buron.

Pelaku berinisial MRH (17) datang ke Polsek Manggala bersama orang tuanya pada Selasa (19/5/2026).

Kapolsek Manggala, Semuel To'longan, mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan kepada keluarga pelaku hingga akhirnya MRH bersedia menyerahkan diri.

“Pelaku menyerahkan diri setelah kami intens berkomunikasi dengan orang tuanya. Kami juga menyampaikan akan mengambil tindakan tegas (ditembak) jika tidak kooperatif,” ujar Semuel saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Selasa sore.

Peristiwa pembusuran itu terjadi di jembatan Jalan Inspeksi Kanal Bangkala-Hertasning, Kecamatan Manggala, Sabtu (16/5/2026) siang.

Korban berinisial SS (29), seorang driver ojek online, mengalami luka setelah anak panah busur mengenai bagian pinggangnya.

Aksi tersebut sempat viral di media sosial karena terjadi di siang hari.

Dalam video yang beredar, korban terlihat masih mengendarai sepeda motor dengan anak panah tertancap di pinggangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, MRH mengakui telah memanah korban.

Menurut keterangan pelaku, kejadian bermula saat dirinya menjadi “Pak Ogah” di pertigaan jembatan untuk membantu mengatur kendaraan yang macet.

Saat itu, korban disebut menerobos antrean kendaraan sehingga ditegur oleh pelaku.

Namun teguran tersebut memicu cekcok hingga berujung perkelahian.

“Pelaku mengaku sempat didatangi korban, bajunya ditarik, lalu dipukul satu kali. Pelaku juga sempat membalas pukulan,” kata Semuel.

Setelah keributan itu, MRH sempat melarikan diri.

Namun ia mengaku dikejar oleh korban.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved