Demokrat Sulsel Ingatkan Bahaya Oligarki di Balik Usulan Threshold 7 Persen
Menurut Andi Januar, penerapan ambang batas yang terlalu tinggi berpotensi melahirkan praktik oligarki politik.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
“Kalau tujuannya hanya untuk menguatkan partai sendiri dan menyingkirkan partai kecil, itu justru mencederai prinsip demokrasi,” tegasnya.
Ia mengingatkan pengalaman Pemilu 2024, di mana jutaan suara sah pemilih tidak terkonversi menjadi kursi DPR akibat tingginya ambang batas parlemen.
Kondisi tersebut, kata Endang, seharusnya menjadi pelajaran penting dalam merumuskan kebijakan pemilu ke depan.
Menurutnya, tata kelola pemilu yang demokratis seharusnya menempatkan suara rakyat sebagai nilai tertinggi dalam proses politik.
Bahkan, Endang menyebut opsi meniadakan parliamentary threshold layak dipertimbangkan agar tidak ada lagi suara pemilih yang terbuang sia-sia.
“Kita berharap ada perbaikan kelembagaan pemilu yang benar-benar menghargai suara rakyat. Jangan sampai aturan justru membuat suara sah tidak bernilai,” ujarnya.
Endang pun mendorong para elite politik untuk mengedepankan sikap kenegarawanan dibanding kepentingan partisan.
Ia menilai, demokrasi tidak boleh dikorbankan demi menjaga dominasi kekuatan partai tertentu.
“Ada hal yang jauh lebih penting daripada sekadar kekuatan partai, yakni memastikan suara rakyat tetap dihormati dan diyakini sebagai suara tertinggi dalam pemilu,” pungkasnya.
| Hemat Anggaran, Munafri Arifuddin Tegaskan 2026 Pemkot Makassar Tanpa Pengadaan Mobil Dinas Baru |
|
|---|
| Tak Perlu ke Jakarta, Ratulangi Medical Center Makassar Punya Layanan Laboratorium Canggih Innoquest |
|
|---|
| Perda Pelestarian Cagar Budaya Kota Makassar Disahkan, Munafri: Tak Sekadar Jaga Warisan Sejarah! |
|
|---|
| Galau Lihat Wisudawan UNM Rata-rata Cumlaude, Akbar Faisal: IPK Saya Dulu 2,2 |
|
|---|
| Lapak Ditertibkan Camat Tallo Diduga Jadi Tempat Jual Chip Judol, Polisi Selidiki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HARI-YOGA-Pegiat-kebugaran-di-Sulsel-Andi-Januar-Jaury-Dharwis.jpg)