Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 2026

Bulog Sulselbar Ancam Tutup Usaha Pedagang Jual Beras SPHP di Atas Rp12.500 per Kg

Pedagang yang menjual beras SPHP di atas Rp12.500 per kg terancam dicabut izin usahanya. Satgas Saber turun langsung memantau pasar di Sulsel.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
BERAS SPHP - Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi mengenakan rompi cokelat dan topi saat ditemui di depan Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (20/2/2026). Ia memperingatkan pedagang agar tidak menjual beras SPHP di atas HET Rp12.500 per kilogram. 

Setelah itu, memunculkan komoditas tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

"Kalau misalnya mereka melakukan pelanggaran, sengaja menimbun dengan harapan nanti harganya bisa naik, karena terjadi kelangkaan, itu akan ditindaklanjuti dengan pidana," kata Brigjen Pol Hermawan  yang mengenakan kemeja putih usai Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan di Kantor Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Jl AP Pettarani pada Selasa (10/2/2026) siang.

Selain menimbun pangan, Brigjen Pol Hermawan juga memberikan warning ke penjual yang mengemas ulang barang kadaluwarsa.

Menurutnya hal itu sudah melanggar secara pidana.

Lalu pelanggaran lain menggunakan formalin untuk memastikan barangnya tersebut awet.

"Pakai pestisida berlebihan, pakai bahan kimia lain, misalnya pakai karbit biar cepat mateng. Kalau terindikasi dan hasil labnya terbukti, itu pidana," ujar Brigjen Pol Hermawan

"Jadi kalau bicara keamanan pangan zero tolerance, sama sekali harus nol masalah keamanan pangan. Kita tidak mau masayarakat sakit," sambungnya.

Dirinya memastikan tidak memberikan toleransi bagi pedangang maupun distributor nakal. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved