Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemekaran Luwu Raya

Sekda Sulsel Peringatkan Dampak Demo DOB: BBM Langka, Harga Naik, Rakyat jadi Korban

Blokade terjadi di perbatasan Desa Marabuana–Bosso, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BLOKADE LUWU - Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman saat ditemui Tribun-Timur.com di Hotel The Rinra, Jl Metro Tj Bunga No 2, Kelurahan Panambungan,Kecamatan Mariso, Kota Makassar pada Senin (26/1/2026) siang. Dirinya meminta massa aksi membuka blokade sebab akan berimbas pada kenaikan Harga bahan pokok. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya berdampak luas terhadap mobilitas dan perekonomian warga.

Ruas Jalan Trans Sulawesi di wilayah Luwu Raya diblokade massa aksi sejak Jumat (23/1/2026).

Akibatnya, akses antarwilayah lumpuh total.

Blokade terjadi di perbatasan Desa Marabuana–Bosso, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Selain itu, penutupan jalan juga berlangsung di Jembatan Baliase, Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Penutupan jalur vital ini membuat akses menuju Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, hingga Kabupaten Luwu Timur terputus.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi tuntutan pemekaran wilayah.

Ia menegaskan, aspirasi pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya seharusnya ditempuh melalui mekanisme pemerintahan hingga ke pemerintah pusat, bukan dengan menutup akses jalan.

“Melakukan aksi dengan menutup jalan itu secara tidak langsung sebenarnya menyusahkan orang Luwu sendiri. Kalau ada warga sakit dan harus dirujuk, atau suplai kebutuhan pokok terhambat, termasuk BBM, maka dampaknya dirasakan masyarakat sendiri,” ujar Jufri Rahman saat ditemui Tribun-Timur.com di Hotel The Rinra, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (26/1/2026) siang.

Menurut Jufri, terhambatnya distribusi BBM akibat mobil tangki Pertamina tidak bisa melintas menjadi pemicu kelangkaan bahan bakar.

“Kalau BBM langka, harga naik. Dan yang paling dirugikan adalah rakyat,” tegasnya.

Dampak tersebut sudah mulai dirasakan warga. Di Kabupaten Luwu Timur, sejumlah SPBU dilaporkan tutup karena kehabisan stok BBM.

Di Kecamatan Mangkutana, warga mengaku terpaksa membeli BBM dengan harga mencapai Rp40 ribu per liter.

Sementara di Malili, harga pertalite dan pertamax tembus Rp30 ribu per liter.

Jufri Rahman menyebut, setelah Datuk Luwu menyampaikan imbauan melalui media sosial, akses jalan menuju Masamba yang sebelumnya ditutup mulai dibuka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved