Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

BSU Makkio Baji Percontohan di Bangkala, 230 Nasabah Setor Hingga 300 Kg Sampah per Penimbangan

‎Warga tampak mengantre sambil menenteng berbagai jenis sampah nonorganik di depan Bank Sampah Unit (BSU) Makkio Baji

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
KELOLA SAMPAH - Dirut Bank Sampah Unit (BSU) Makkio Baji Kelurahan Bangkala, Desi Saraswati difoto saat ditemui di sekretariat BSU Makkio Baji, BTN Makkio Baji C4 No.2, Minggu (12/4/2026). 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivitas berbeda terlihat di kawasan BTN Makkio Baji, C4 No.2, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Minggu (12/4/2026) pagi.

‎Warga tampak mengantre sambil menenteng berbagai jenis sampah nonorganik di depan Bank Sampah Unit (BSU) Makkio Baji. 

‎Mereka menunggu proses penimbangan untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah dari rumah.

‎Sampah-sampah tersebut tidak dibuang, melainkan dijual kepada pihak BSU dan memiliki nilai ekonomi bagi warga.

‎Kehadiran BSU Makkio Baji di RW 005 kini menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Bangkala.

‎Penimbangan dimulai sekitar pukul 08.30 Wita setelah Ketua BSU Makkio Baji, Desi Saraswati, tiba di lokasi. 

‎Beragam jenis sampah nonorganik dibawa warga, mulai dari rak telur, botol plastik, gelas cup, kardus, kantong plastik, hingga besi dan kertas.

‎Sampah kemudian ditimbang dan dicatat oleh petugas. 

‎Bagi nasabah tetap, hasil penjualan dicatat sebagai tabungan, sementara warga non-nasabah dapat langsung menerima uang setelah sampah diangkut ke Bank Sampah Pusat (BSP).

‎Salah satu warga selain nasabah tetap, Damis, mengaku rutin menyetorkan sampah setiap ada informasi jadwal penimbangan.

‎“Kami ikut menimbang setiap ada informasi dari grup,” ujarnya.

‎Ia menyebut sampah yang dibawa berasal dari rumah tangga dan telah dipilah sebelumnya. 

‎Untuk sampah organik, warga memilih mengolahnya menjadi kompos.

‎“Kalau sampah dapur tidak dijual, kami olah jadi kompos untuk dipakai sendiri,” tambahnya.

‎Menurutnya, keberadaan BSU sangat membantu warga, baik dalam mengurangi volume sampah maupun memberikan tambahan pendapatan.

‎“Lumayan membantu. Selain lingkungan jadi bersih, ada juga hasilnya. Sekali menimbang bisa dapat sekitar Rp9 ribu sampai Rp20 ribu,” jelasnya.

‎Sementara itu, Ketua BSU Makkio Baji, Desi Saraswati, mengatakan penimbangan dilakukan rutin setiap sepekan, biasanya pada akhir pekan.

‎Dalam satu kali penimbangan, jumlah nasabah yang hadir berkisar 40 hingga 50 orang. 

‎Tidak hanya warga Makkio Baji, nasabah juga datang dari berbagai wilayah lain.

‎“Alhamdulillah, ada juga yang datang dari Baruga, Royal Spring, bahkan sampai dari Emmy Saelan. Ini karena informasinya menyebar dari mulut ke mulut,” ungkapnya.

‎BSU Makkio Baji telah beroperasi sejak Juli 2025 dan kini memiliki sekitar 230 nasabah terdaftar.

‎Dalam setiap kegiatan, volume sampah yang dikumpulkan mencapai 200 hingga 300 kilogram. 

‎Seluruh sampah tersebut dipilah kembali sebelum dijual ke Bank Sampah Pusat.

‎“Biasanya satu atau dua hari setelah penimbangan, sampah sudah diangkut oleh BSP,” jelas Desi.

‎Ia menambahkan, edukasi kepada warga terus dilakukan dengan melibatkan RT/RW serta memanfaatkan media komunikasi kelompok.

‎“Kami juga rutin sosialisasi dan membuat kegiatan-kegiatan menarik agar warga semakin aktif,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved