Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

RT 05 Kelurahan Barrang Caddi Terdampak Abrasi, Rumah Warga Nyaris Runtuh

Dua petak bangunan rumah warga, dapur dan ruang keluarga roboh dihantam abrasi yang kian parah.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
ABRASI - Rumah warga di Pulau Langkai Kelurahan Barrang Caddi Kecamatan Kepulauan Sangkarrang Kota Makassar terkikis abrasi. Dua petak rumah milik ibu tunggal sudah roboh karena ombak. 

Di lokasi tersebut sebenarnya pernah dibangun tanggul kayu oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sekitar 10 tahun lalu. 

Namun, tanggul sepanjang kurang lebih 20 meter itu kini sebagian besar telah tertimbun dan terkikis abrasi.

“Itu tanggul lama, kadang tertimbun, kadang terkikis lagi. Hampir setiap tahun begitu,” ungkapnya.

Abrasi di wilayah ini bukan persoalan baru. 

Bahkan, Wali Kota Makassar pernah turun langsung meninjau lokasi dan melihat kondisi rumah warga yang berada tepat di bibir pantai. 

Namun hingga kini, warga menilai belum ada tindak lanjut konkret.

“Pak Wali sendiri yang datang langsung, saya antar ke lokasi abrasi, sampai ke belakang rumah korban. Waktu itu dapurnya hampir runtuh, sekarang sudah hilang dapur sama ruang keluarganya,” katanya.

Selain rumah ibu tunggal tersebut, tercatat ada empat rumah warga yang terdampak abrasi di Pulau Barrang Caddi

Dua berada di RT 1 dan dua lainnya di RT 2. 

Salah satu rumah bahkan telah ditinggalkan pemiliknya sejak tahun lalu karena dianggap tak lagi aman.

Saat air laut pasang, jarak air dengan pemukiman semakin dekat. Saat surut, jaraknya sekitar 10 meter, namun saat pasang, air kembali naik hingga mendekati rumah warga.

“Kalau pasang naik lagi, itu sekitar kurang lebih 10 meter juga,” tuturnya.

Warga berharap persoalan abrasi ini segera mendapat perhatian serius pemerintah. 

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Barrang Caddi dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan diharapkan menjadi pintu masuk penanganan jangka panjang.

“Butuh memang perhatian di situ,” ucap Badaruddin. 

Di tengah keterbatasan dan ancaman abrasi yang terus menggerus, warga Pulau Langkai hanya bisa bertahan sembari berharap, agar ombak tidak lebih dulu merenggut sisa rumah dan rasa aman mereka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved