Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Andi Bau Sawa Setuju Luwu Raya Jadi Provinsi: Belajar dari Pandemi Covid-19

Menurutnya, secara umum kondisi pemerintahan di berbagai daerah di Sulsel masih terbilang kondusif, meskipun sesekali muncul riak-riak persoalan

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
PILKADA LEWAT DPR - Ketua Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel), Mayejn TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, saat ditemui di Kantor Hanura Sulsel, Jl Kumala, Senin (13/4/2026). Andi Muhammad setuju pemekaran Luwu Raya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel), Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, mengungkapkan sikap pribadinya yang mendukung wacana pemekaran wilayah Luwu Raya menjadi provinsi tersendiri.

Menurutnya, secara umum kondisi pemerintahan di berbagai daerah di Sulsel masih terbilang kondusif, meskipun sesekali muncul riak-riak persoalan di tengah masyarakat. 

Salah satu yang disorot adalah dinamika yang terjadi di wilayah Luwu Raya.

“Kalau kita lihat, kondisi di provinsi lain masih kondusif. Walaupun ada riak-riak persoalan di masyarakat, seperti yang kemarin terjadi di Luwu Raya, itu sebenarnya sangat disayangkan,” katanya kepada Tribun Timur saat ditemui di Kantor DPD Hanura Sulsel, Jl Kumala, Senin(13/4/2026).

Ia mengaku, jika memang ada keinginan kuat dari masyarakat untuk mendorong pembentukan Provinsi Luwu Raya, dirinya secara pribadi menyatakan dukungan.

“Kalaupun ada kemauan untuk menjadikan itu Provinsi Luwu Raya, saya secara pribadi menyatakan setuju. Karena Sulawesi Selatan ini wilayahnya sangat luas,” ungkapnya.

Ia mencontohkan pengalaman saat masa pandemi COVID-19, di mana luasnya wilayah Sulsel menjadi tantangan serius, terutama dalam penanganan pasien.

IPada saat itu, kata dia, banyak pasien dengan kondisi berat harus dirujuk ke Makassar, yang menjadi pusat layanan kesehatan rujukan. Namun, jarak tempuh yang jauh kerap menjadi kendala.

“Waktu Covid, pasien yang sudah stadium tiga sampai empat harus dibawa ke Makassar," ungkapnya. 

"Banyak sekali masyarakat yang dalam perjalanan meninggal karena harus menempuh jarak jauh,” tambah dia.

Sebagai mantan pejabat di lingkungan militer, ia juga mengaku terlibat langsung dalam penanganan pandemi saat itu. 

Ia menyebutkan, saat menjabat sebagai Kasdam, dirinya ikut mengendalikan operasional penanganan Covid-19, mulai dari penjemputan pasien hingga proses pemakaman.

“Kita mulai dari menjemput orang sakit, masuk rumah sakit, mengawasi perawatan, sampai meninggal dan dimakamkan, semua itu kita tangani,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved