Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Profil Suryani dan Dedikasinya Memimpin 700 Jiwa di RT Parangtambung Makassar

Suryani merupakan lulusan SMK Tamalate. Sebelum menjadi ketua RT, ia bekerja sebagai karyawan toko pakaian hingga menikah pada 2006.

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
PROFIL RT -  Suryani, Ketua RT 005 RW 003, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Suryani kembali dipercaya memimpin RT 005 RW 003, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, setelah sebelumnya menjabat pada periode 2016–2021.

Perempuan kelahiran Makassar, 14 Januari 1985 ini mengaku tidak mengikuti pendaftaran Pejabat Sementara karena ingin maju kembali.

“Saya tidak ikut daftar Pejabat Sementara karena ingin maju lagi,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (15/4/2026).

Suryani merupakan lulusan SMK Tamalate. Sebelum menjadi ketua RT, ia bekerja sebagai karyawan toko pakaian hingga menikah pada 2006.

Memasuki periode kedua, ia langsung melakukan pendataan warga, baik penduduk tetap maupun tidak tetap, termasuk penghuni kos dan kontrakan.

“Data ini penting supaya program tepat sasaran,” katanya.

Saat ini, jumlah warga di wilayahnya lebih dari 700 jiwa dengan sekitar 211 kepala keluarga.

Ia juga mendata warga untuk program retribusi sampah gratis dengan mengecek daya listrik sebagai syarat penerima.

Dalam prosesnya, sempat muncul pro dan kontra dari warga. Suryani mengatasinya dengan menunjukkan peraturan wali kota sebagai dasar.

“Saya perlihatkan aturannya supaya warga paham,” jelasnya.

Aturan tersebut juga dibagikan melalui grup WhatsApp warga.

Selain pendataan, Suryani aktif menjalankan program kebersihan. Warga rutin kerja bakti lewat program “Jumat Bersih” secara bergilir.

Sampah dipilah, nonorganik dibawa ke bank sampah, sedangkan organik ke tempat pengolahan terpadu (Teba) di kantor kelurahan.

“Untuk sementara sampah basah dibawa ke kelurahan. Ke depan, tiap RW ditargetkan punya Teba,” katanya.

Kendala utama saat ini adalah keterbatasan lahan untuk pengembangan Teba.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved