Kekerasan Seksual di Makassar
Pacar dan Mantan Pacar Dominasi Pelaku Kekerasan di Makassar, Capai 1.222 Kasus Ditangani DPPA
Sepanjang 2025, DPPA Makassar mencatat 1.222 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, mayoritas dilakukan oleh orang terdekat korban.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Bullying/intoleransi: 3 kasus
Penculikan: 5 kasus
Trafficking: 2 kasus
Eksploitasi: 0 kasus
Wilayah Tertinggi
Kecamatan Tamalate mencatat jumlah kasus tertinggi, mencapai 97 kasus.
Panakkukang, Rappocini, Tallo, dan Manggala juga mencatat angka cukup tinggi, dengan Manggala menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sebagian besar peristiwa kekerasan terjadi di lingkungan rumah tangga, namun kasus juga ditemukan di fasilitas umum, sekolah, tempat kos, hingga ruang digital," papar Ita.
Meningkatnya angka kasus juga dipandang sebagai indikator bertambahnya keberanian masyarakat untuk melapor.
Penguatan regulasi, perluasan shelter warga, serta kampanye anti kekerasan mendorong korban maupun keluarga mencari perlindungan dan pendampingan.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak demi menekan angka kekerasan di tahun mendatang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-5-januari-kekerasan-anak.jpg)