Tribun RT RW
Wali Kota Makassar Dorong OPD Aktif Kurangi Produksi Sampah Lewat Pembinaan RT
“Contohnya SKPD besar seperti Dinas PU harusnya bisa membina dua RT atau lebih,” ujar Munafri, Jumat (29/8).
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) aktif terlibat dalam pengurangan produksi sampah di kota.
Setiap OPD diwajibkan membina minimal dua Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari program prioritas pengelolaan lingkungan.
“Contohnya SKPD besar seperti Dinas PU harusnya bisa membina dua RT atau lebih,” ujar Munafri, Jumat (29/8).
Ia menegaskan, peran OPD tak hanya administratif, tetapi juga harus menyentuh langsung ke masyarakat melalui RT/RW.
Pendampingan yang diberikan mencakup edukasi, pelatihan, hingga fasilitasi pengolahan sampah yang terarah dan berkelanjutan.
Dalam sistem baru yang tengah didorong, hanya sampah residu yang akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sampah rumah tangga wajib dipilah sejak dari sumber, organik dan non-organik.
Bila masyarakat belum mampu mengolah sampahnya secara mandiri, RT dan RW akan diarahkan untuk memfasilitasi bank sampah di lingkungannya.
Selain menekan volume sampah ke TPA, inisiatif ini juga diharapkan memberi nilai ekonomi bagi warga.
“TPS3R dari pemerintah pusat sudah diserahkan ke kita, tapi kondisinya masih harus dimaksimalkan kembali. Kita dorong agar pengelolaan sampah dimulai dari rumah,” jelas Munafri.
Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), mendorong penggunaan bank sampah, serta menumbuhkan partisipasi masyarakat.
Produksi Sampah Kota Makassar Mulai Menurun
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan bahwa rata-rata produksi sampah harian Kota Makassar mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025:
Desember 2024: 940 ton/hari
Januari 2025: 923,5 ton/hari
Februari 2025: 838,6 ton/hari
Maret 2025: 752,9 ton/hari
April 2025: 644,3 ton/hari
Penurunan ini menjadi indikasi awal bahwa upaya pengurangan timbulan sampah mulai menunjukkan hasil.
Kecamatan Penyumbang Sampah Terbesar
Pada April 2025, Kecamatan Panakkukang, Tamalate, dan Biringkanaya tercatat sebagai tiga wilayah penyumbang sampah terbanyak di Makassar:
Panakkukang: 2.365.410 kg
Tamalate: 2.285.530 kg
Biringkanaya: 2.277.130 kg
Berikut data lengkap timbulan sampah dari 15 kecamatan di Makassar pada periode April 2025:
Biringkanaya
2.277.130
Tamalanrea
1.488.990
Panakkukang
2.365.410
Manggala
1.411.340
Rappocini
1.990.900
Tallo
1.058.030
Ujung Tanah
514.070
Wajo
645.060
Bontoala
849.160
Ujung Pandang
1.145.190
Mariso
971.760
Tamalate
2.285.530
Makassar
703.330
Mamajang
962.030
Dinas
176.050
Umum
486.120
Total timbulan sampah Makassar pada April 2025 mencapai 19.330.100 kg.
BPM Makassar Diusulkan Naik Status Jadi Badan |
![]() |
---|
Ferly, Ketua RT Gen Z di Balik Semangat Gotong Royong Warga Mamajang Makassar |
![]() |
---|
RT Sekaligus Petugas Kebersihan, Riadi Layani Warga Tanpa Libur |
![]() |
---|
169 RT dan 45 RW di Wajo 'Menjerit', Insentif Menunggak Dua Bulan |
![]() |
---|
Hijaukan Lorong Lewat Urban Farming, Dedikasi Pjs Ketua RW 5 Mannuruki untuk Warga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.