Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ekonomi dan Investasi di Sulsel Dinilai Terhambat Akibat Demo Anarkis

Abdul Muttalib Hamid menilai kerusuhan dan pembakaran fasilitas publik dapat memperlambat aktivitas perdagangan

Penulis: Rudi Salam | Editor: Ari Maryadi
Rudi Salam/Tribun Timur
DAMPAK DEMO - Pengamat Ekonomi Unismuh Makassar, Abdul Muttalib Hamid saat ditemui Tribun Timur di lantai 7 Menara Iqra Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Senin (21/4/2025). Muttalib menilai demo berpotensi menghambat perputaran ekonomi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Demo yang berujung pada pembakaran gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi.

Aksi anarkis ini dinilai berpotensi menghambat perputaran ekonomi.

Juga sekaligus menciptakan ketidakpastian sosial dan politik yang berkepanjangan.

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Abdul Muttalib Hamid menilai kerusuhan dan pembakaran fasilitas publik dapat memperlambat aktivitas perdagangan, distribusi barang, serta mobilitas ekonomi di Makassar. 

“Situasi tersebut juga memicu penurunan kepercayaan investor yang melihat tingginya risiko berbisnis di tengah ketidakstabilan,” kata Muttalib, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Sabtu (30/8/2025).

Menurut Muttalib, jika gangguan terhadap pemerintahan terus berlangsung, terdapat dampak nyata bagi perekonomian yang mungkin terjadi.

Seperti terhambatnya pelayanan publik dan administratif yang menjadi tulang punggung kelangsungan bisnis dan investasi.

Lalu penurunan aktivitas ekonomi, lantaran sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum rusak atau ditutup.

Kemudian tekanan terhadap nilai tukar rupiah, yang dapat melemah akibat ketidakpastian politik dan ekonomi.

Selanjutnya bakal menurunnya daya beli masyarakat karena ketidakstabilan sosial berpotensi memicu inflasi.

Ada juga dampak capital outflow atau penarikan investasi asing, yang menggerus dana investasi dan memengaruhi kinerja pasar saham.

Serta risiko jangka panjang berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi serta menurunnya kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar.

“Ketidakstabilan politik yang dipicu aksi anarkis ini bisa menjadi hambatan utama bagi roda perekonomian Makassar, bahkan dapat memicu krisis ekonomi daerah jika tidak segera ditangani,” papar Muttalib.

Olehnya, ia meminta pemerintah segera untuk mengambil langkah cepat.

Seperti pemulihan keamanan, dialog intensif dengan masyarakat, serta penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih adaptif agar situasi tidak semakin memburuk. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved