Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cinta Bersemi Setelah Musim Haji, 87 Pasangan di Luwu Segera Menikah

Data tersebut menunjukkan tradisi menikah setelah hari besar keagamaan masih menjadi pilihan sebagian masyarakat.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
NIKAH - Kasi Bimas Kemenag Luwu, Baso Aqil Nas (kiri) bersama pegawai Kemenag Luwu di Kota Belopa, Jumat (5/6/2026). Kementerian Agama (Kemenag) Luwu mencatat sedikitnya 73 pasangan calon pengantin telah mendaftarkan pernikahan mereka hingga awal Juni 2026 atau setelah perayaan Iduladha. 

Pada Januari tercatat 184 pasangan menikah, kemudian menurun menjadi 124 pasangan pada Februari dan 94 pasangan pada Maret.

Jumlah tersebut kembali meningkat pada April dengan 226 pasangan menikah, sebelum turun menjadi 153 pasangan pada Mei 2026.

Baso menilai melandainya peristiwa nikah pada Februari dan Maret dikarenakan momen bulan suci Ramadan.

Sebelum menapaki jenjang rumah tangga, para Gen Z terbilang hati-hati.

Pemuda asal Kecamatan Larompong, Edwin Yogi mengaku, letak permasalahan berada pada kesiapan mental dan finansial sebelum membangun bahtera rumah tangga.

"Kalau lihat biaya resepsi sekarang memang berat. Banyak teman-teman pilih tunda dulu sambil kumpul modal," jelas pria berusia 28 tahun itu.

Kata Edwin, kebanyakan Gen Z kini berpikir lebih realistis, termasuk potensi naiknya biaya hidup di masa mendatang.

"Yang saya lihat, orang lebih banyak berpikir depan. Hidup setelah menikah. Karena biaya hidup naik tawwa, jadi menikah bukan keputusan yang bisa buru-buru," tandasnya.

 

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved