Cinta Bersemi Setelah Musim Haji, 87 Pasangan di Luwu Segera Menikah
Data tersebut menunjukkan tradisi menikah setelah hari besar keagamaan masih menjadi pilihan sebagian masyarakat.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Pada Januari tercatat 184 pasangan menikah, kemudian menurun menjadi 124 pasangan pada Februari dan 94 pasangan pada Maret.
Jumlah tersebut kembali meningkat pada April dengan 226 pasangan menikah, sebelum turun menjadi 153 pasangan pada Mei 2026.
Baso menilai melandainya peristiwa nikah pada Februari dan Maret dikarenakan momen bulan suci Ramadan.
Sebelum menapaki jenjang rumah tangga, para Gen Z terbilang hati-hati.
Pemuda asal Kecamatan Larompong, Edwin Yogi mengaku, letak permasalahan berada pada kesiapan mental dan finansial sebelum membangun bahtera rumah tangga.
"Kalau lihat biaya resepsi sekarang memang berat. Banyak teman-teman pilih tunda dulu sambil kumpul modal," jelas pria berusia 28 tahun itu.
Kata Edwin, kebanyakan Gen Z kini berpikir lebih realistis, termasuk potensi naiknya biaya hidup di masa mendatang.
"Yang saya lihat, orang lebih banyak berpikir depan. Hidup setelah menikah. Karena biaya hidup naik tawwa, jadi menikah bukan keputusan yang bisa buru-buru," tandasnya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Pendaftaran Nikah di Pattallassang Takalar Turun, Tradisi Cari Hari Baik Masih Kuat |
|
|---|
| Dua Perempuan Asal Luwu Cetak Sejarah, Jadi Kepala KUA Pertama di Sulsel |
|
|---|
| Hari Raya Idul Adha 1447 H, PT ISMA Salurkan Hewan Kurban untuk Awak Kapal |
|
|---|
| Akhir Manis Karier Cristiano Ronaldo, Ketua Bawaslu Luwu Harap Portugal Juara Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| 103 SMP Luwu Bakal Terima Siswa Baru, Daya Tampung Capai 7 Ribu Lebih Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kasi-Bimas-Kemenag-Luwu-Baso-Aqil-2026-6.jpg)