Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Posyandu Didorong Jadi Ujung Tombak Penanganan Stunting di Luwu

Seban mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa dan dusun.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
PENGURUS POSYANDU - Bupati Luwu Patahudding saat melantik pengurus Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Rabu (3/6/2026). Ketua TP PKK Luwu, Kurniah Patahudding (rompi ungu) memasang simbolis pin menandai 16 Ketua TP PKK Kecamatan yang juga menjabat Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan resmi dilantik. (Sumber: muh sauki)   

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menargetkan penguatan peran Posyandu dan PKK sebagai ujung tombak penanganan stunting, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Upaya itu menjadi salah satu fokus yang ditekankan Bupati Luwu Patahudding saat melantik pengurus Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Rabu (3/6/2026).

Di tengah masih adanya tantangan stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga, Patahudding menilai peran kader PKK dan Posyandu sangat menentukan.

Seban mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa dan dusun.

Kata Patahudding, keberhasilan program didukung kemampuan kader di lapangan dalam mengedukasi dan mendampingi masyarakat.

“Laksanakan program kerja dengan tepat sasaran serta maksimalkan pemberdayaan keluarga hingga ke tingkat desa, kelurahan dan dasa wisma,” bebernya dihadapan Ketua Posyandu tingkat kecamatan yang akan dilantik.

Ia menegaskan, Posyandu tidak lagi menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak saja.

Melainkan harus berkembang menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat.

Karena itu, kapasitas kader dan koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar pelayanan yang diberikan lebih efektif dan tepat sasaran.

Patahudding menyebut optimalisasi Posyandu menjadi langkah penting untuk menekan angka stunting.

Sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan yang mudah diakses.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu, Ahmad Awwabin, mengatakan pengurus baru diharapkan mampu memperkuat sinergi antara PKK, Posyandu dan pemerintah daerah dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan kesehatan keluarga, ketahanan pangan, hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Karena itu dibutuhkan koordinasi yang kuat sampai tingkat kecamatan, desa dan kelurahan agar program-program yang ada benar-benar dirasakan masyarakat,” akunya.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 16 Ketua TP PKK Kecamatan yang juga menjabat Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan resmi dilantik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved