Provinsi Luwu Raya
Jaringan Nasional Jadi Senjata CDOB Sulsel Dorong Pemekaran
Langkah itu dimatangkan melalui Forum Komunikasi Daerah Percepatan Pembentukan DOB (FORKODA PP-DOB) Sulawesi Selatan.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Langkah itu dimatangkan melalui Forum Komunikasi Daerah Percepatan Pembentukan DOB (FORKODA PP-DOB) Sulawesi Selatan.
- Moratorium larangan pembentukan daerah otonom baru (DOB) belum dicabut Pemerintah Pusat.
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Di tengah moratorium pembentukan daerah otonom baru (DOB) yang belum dicabut pemerintah pusat, Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) di Sulawesi Selatan mulai mengubah strategi.
CDOB tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, mereka memilih memperkuat jejaring di nasional.
Itu dilakukan demi modal utama untuk mendorong kembali agenda pemekaran daerah.
Langkah itu dimatangkan melalui Forum Komunikasi Daerah Percepatan Pembentukan DOB (FORKODA PP-DOB) Sulawesi Selatan.
FORKODA dijadwalkan melantik pengurus sekaligus menggelar rapat kerja pada Minggu, 18 Januari 2026, di Hotel Claro Makassar.
Agenda ini diposisikan sebagai awal konsolidasi lintas CDOB di Sulsel.
Baca juga: Luwu Raya: Antara Janji Sejarah, Keadilan Ekonomi dan Kedaulatan Wilayah
Ketua Panitia Pelaksana, Nurliati Sirrang Danga, mengatakan pelantikan dan raker dirancang untuk menyatukan arah gerak organisasi agar lebih terstruktur dan efektif.
“Fokus kami bukan hanya pelantikan, tetapi memastikan konsolidasi berjalan dan agenda strategis dapat dirumuskan secara matang,” ujarnya.
Ketua Formateur FORKODA PP-DOB Sulsel, Hasbi Syamsu Ali, menegaskan jejaring nasional menjadi kunci perjuangan pemekaran di tengah stagnasi kebijakan pusat.
Menurut dia, tanpa koordinasi nasional, aspirasi pemekaran daerah kerap terhenti di level administratif.
“Moratorium membuat perjuangan CDOB tidak bisa lagi berjalan sporadis. Kami harus terhubung langsung dengan jejaring nasional agar suara daerah memiliki daya tekan kebijakan,” ungkapnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 17.45 Wita sore.
Ia menjelaskan, FORKODA di daerah terhubung dengan Forum Komunikasi Nasional (FORKONAS) PP-DOB.
PP-DOB ialah organisasi induk yang menghimpun ratusan CDOB dari berbagai provinsi.
FORKONAS saat ini dipimpin Syaiful Huda, Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Baca juga: Salam Tribun Timur: Hampa Tanpa Luwu Raya
| Ketua Komisi II DPR RI Minta Kajian DOB Luwu Raya Dibuat Lebih Objektif |
|
|---|
| Komisi II DPR RI Kumpul Kepala Daerah Se-Luwu Raya di Rujab Gubernur Sulsel Bahas Pemekaran |
|
|---|
| Pemekaran Luwu Raya, PT Vale Tetap Patuh Aturan dan Jalankan Program Pemberdayaan |
|
|---|
| Dirjen Otda Sebut 370 Draft DOB Menumpuk, Luwu Raya Belum Pasti 2026 |
|
|---|
| Nasib Draft Luwu Raya Tertahan di Kemendagri, Ini Alasan Dirjen Otonomi Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260112-FORKODA-PP-DOB-Sulsel-Hasbi-Syamsu-Ali.jpg)