Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Avtur Naik, Tiket Bua–Makassar Masih Stabil

Kenaikan harga avtur ini dipicu oleh krisis geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dunia.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
BANDARA LAGALIGO - Bandara Lagaligo Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Setelah harga bahan bakar pesawat (avtur) mengalami lonjakan, harga tiket di Bandara Lagaligo masih normal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Harga bahan bakar pesawat terbang (avtur) global naik akumulatif hingga 72 persen.

Harga avtur resmi naik per 1 April 2026.

Kenaikan harga avtur ini dipicu oleh krisis geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dunia.

Kondisi ini disebut-sebut dapat memicu melonjaknya harga tiket pesawat.

Namun efek naiknya avtur belum terasa di aktivitas penerbangan Bandara Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Station Manager WingsAir, Supriady mengaku harga tiket belum mengalami kenaikan.

Kata dia, usai libur lebaran 1447 Hijriah, harga tiket kembali normal per 30 Maret lalu.

"Untuk flight Bua/Palopo menuju Makassar kisaran harga tiket itu Rp1,2 hingga Rp1,3 juta," jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 12.47 Wita siang.

Sementara harga tiket untuk penerbangan rute Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Lagaligo berkisar Rp1,3 hingga Rp1,4 juta.

"Alhamdulillah, semoga tidak terdampak (kenaikan avtur)," ujarnya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan (Sulsel), Didi Leonardo Manaba, mengatakan kenaikan avtur secara otomatis akan memicu kenaikan harga tiket yang sulit dihindari.

“Kalau berbicara soal avtur, kita mengacu pada maskapai. Kenaikan ini pasti berdampak ke seluruh komponen, termasuk harga tiket pesawat, dan itu sudah mutlak,” kata Didi.

Menurut Didi, harga tiket merupakan faktor pertama yang dipertimbangkan wisatawan sebelum melakukan perjalanan. 

Bahkan, dalam beberapa kasus, harga tiket bisa lebih mahal dibandingkan paket wisata itu sendiri.

“Komponen pertama yang ditanyakan wisatawan adalah harga tiket. Ini sangat fluktuatif dan bisa lebih mahal dari paket tur. Ini yang kami khawatirkan,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved