Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Karemuddin: DPR RI Makin Jauh dari Rakyat!

Karemuddin kritik anggota DPR RI yang berjoget di tengah penolakan publik soal kenaikan gaji. Ia sebut wakil rakyat pusat makin jauh dari rakyat..

TRIBUN TIMUR/CHALIK MAWARDI
DPR RI - Wakil Ketua II DPRD Luwu Utara, Karemuddin. Karemuddin kritik anggota DPR RI yang berjoget di tengah penolakan publik soal kenaikan gaji. Ia sebut wakil rakyat pusat makin jauh dari rakyat.. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUTRA – Wakil Ketua I DPRD Luwu Utara, Karemuddin, kritik pedas sikap sejumlah anggota DPR RI berjoget di tengah meningkatnya penolakan publik terkait kenaikan gaji dan tunjangan dewan.

Menurut politisi PAN itu, yang disesalkan bukan soal kenaikan gaji, tetapi sikap wakil rakyat pusat dinilai tidak punya empati terhadap keresahan masyarakat.

“Naik gaji bukan hal luar biasa. Yang luar biasa itu kenapa sampai joget-joget,” tegas Karemuddin saat diwawancarai Tribun-Timur.com, Sabtu (30/8/2025).

Rakyat Makin Jauh dari DPR RI

Karemuddin menilai jarak antara rakyat dan anggota DPR RI semakin lebar.

Padahal, suara rakyat seharusnya bisa langsung tersampaikan ke pusat melalui wakilnya.

“Selama ini di pusat, apa yang mereka lakukan buat daerah? Ditemui susah, datang ke daerah juga malas. Yang dianggap suaranya cuma yang pilih dia, padahal banyak yang tidak pilih dia tapi ikut menentukan,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengalamannya di Dapil Rampi, Luwu Utara.

Meski hanya memperoleh suara kecil di wilayah itu, Karemuddin tetap merasa berkewajiban memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Alangkah jahatnya saya kalau tidak menganggap itu suara saya walau bukan pendukung. Kan perjuangan bersama, bukan pribadi. Itu yang hilang hari ini pada teman-teman dewan di pusat,” ucapnya.

Beban Berat DPRD Kabupaten

Karemuddin menyebut posisi DPRD kabupaten semakin berat karena harus menampung aspirasi rakyat sering kali tidak sampai ke tingkat provinsi maupun pusat.

“DPRD kabupaten itu berat, dinda. Dia rawat daerah, provinsi, dan pusat. Mereka di sana jangan datang, ditelepon saja tidak,” ungkapnya.

Ia juga mengaku jarang diajak komunikasi oleh anggota DPR RI dari dapil yang sama.

“Saya sebagai ketua DPD PAN dan dewan daerah, mana pernah ditanya dewan pusat kami, apa aspirasi kami buat daerah. Padahal di media sosial kami selalu suarakan, tapi tidak pernah digubris. Ditelepon pun tidak,” kesalnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved