Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polisi Dianiaya Senior

Terungkap Motif Bripda Pirman Aniaya Bripda Dirja Pratama hingga Tewas

Kombes Didik mengungkapkan motif sementara Bripda P menganiaya Bripda DP karena alasan pembinaan

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
PENGANIAYAAN POLISI - Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto. Didik ungkap motif Bripda Pirman aniaya junior hingga tewas. 

Ringkasan Berita:
  • Terungkap motif Bripda Pirman memukul Bripda DP hingga merenggang nyawa
  • Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto bilang motif sementara Bripda P menganiaya Bripda DP karena alasan pembinaan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, menyesalkan tindakan kekerasan Bripda P alias Pirman yang mengakibatkan juniornya Bripda DP (19) meninggal dunia.

Menurutnya, alasan pembinaan Bripda Pirman memukul Bripda DP hingga merenggang nyawa, tidak dapat dibenarkan.

"Pembinaan dengan kekerasan tidak dibenarkan dalam bentuk apapun," tegas Kombes Pol Didik Supranoto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026) malam.

Sejatinya, lanjut Didik, pembinaan senior terhadap juniornya haruslah konstruktif 

"Karena pembinaan senior yunior harus bersifat membangun (membangun, disiplin, membangun fisik dan hirarki terhadap senior) bukan menyiksa atau bentuk lain yang menyengsarakan," jelasnya.

Sebelumnya, Didik mengungkapkan, motif sementara Bripda P menganiaya Bripda DP karena alasan pembinaan.

"Hasil pemeriksaan sampai dengan sekarang karena alasan pembinaan Senior Yunior," kata Didik Supranoto melalui pesan WhatsApp ke tribun.

Saat ditanya pasal yang disangkakan terhadap Bripda P selalu penganiaya Bripda DP, Didik mengaku akan menginformasi lebih lanjut.

"Nanti saya tanyakan lagi ke propam ya," tuturnya.

Diketahui, Bripda P alias Pirman, telah ditetapkan tersangka kasus penganiayaan yang merenggut nyawa juniornya Bripda DP, pada Minggu (22/2/2026).

Peristiwa penganiayaan itu, disebut terjadi di asrama Ditsamapta Polda Sulsel, tempat Bripda P dan Bripda DP tinggal dan berdinas.

Bripda P adalah lulusan Bintara Polri 2024, sementara korban Bripda DP lulusan rekrutmen yang sama di tahun berikutnya, 2025.

Setelah lulus, keduanya mendapat penempatan tugas di Ditsamapta Polda Sulsel.

Ditsamapta bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi kepolisian umum.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved