Polisi Dianiaya Senior
Eks Kompolnas Soroti Pengawasan Polri Lemah Usai Bripda Pirman Bunuh Junior
Bripda Dirja Pratama meninggal dunia setelah dianiaya seniornya Bripda Priman akibat lemahnya pengawasan
Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Makmur
Mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum UMI Makassar, Prof La Ode Husen, di Aula Fakultas Hukum UMK Makassar. Prof La Ode menilai kekerasan di internal kepolisian terjadi karna pembiaran dan salah kaprah memahami semangat jiwa korsa.
Karena itu, ia mendorong agar Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) bersikap tegas dan konsisten dalam menegakkan kode etik serta kehormatan profesi kepolisian tanpa pandang bulu.
Menurutnya, penegakan disiplin dan hukum secara transparan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
"Oleh karena itu Propam harus konsisten dalam penegakan kode etik dan kehormatan tanpa pandang bulu," ucapnya.
Berita Terkait: #Polisi Dianiaya Senior
| Nasib 3 Rekan Bripda Pirman Terancam, Diduga Hilangkan Barang Bukti hingga Tak Melapor |
|
|---|
| 3 Polisi Teman Bripda Pirman Disanksi Demosi Buntut Pembunuhan Bripda Dirja |
|
|---|
| Besaran Gaji Bripda Pirman Hilang Setelah Dipecat Tidak Hormat Polda Sulsel |
|
|---|
| Kondisi Terakhir Bripda Pirman: Dikawal Provos, Beri Hormat Terakhir Usai Dipecat |
|
|---|
| Sidang Etik Ungkap Kekejaman Bripda Pirman, Junior Dipukul saat Kepala di Bawah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260223-Prof-La-Ode-UMI.jpg)