Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Provinsi Luwu Raya

Update Terbaru Pemekaran Luwu Raya, Tim Paparkan Hasil Kajian Akademik di Jakarta

Prof Muhadam Labolo memimpin hasil Kajian Akademik Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya di Jakarta

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
LUWU RAYA - Penampakan naskah Kajian Akademik Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya yang dipaparkan di Grand Cemara Hotel, Jln Cemara Jakarta Pusat. 

"Serta memberikan penilaian tingkat kelayakan pembentukan provinsi baru berdasarkan indikator normatif yang telah ditetapkan dalam PP 78 tahun 2007," kata Prof Muhadam Labolo Sabtu (14/2/2026).

Melalui pemaparannya,  tim kajian ini mendapatkan fakta fakta di lapangan yang berkesesuaian dengan instrumen PP 78/2007. Antara lain, perbandingan saat empat daerah ini bergabung provinsi Sulawesi Selatan  dengan  provinsi baru jika Luwu Raya berdiri secara otonom. 

Seperti indeks pembangunan manusia, luas wilayah efektif yang dimanfaatkan, rasio penduduk yang ikut pemilu serta menjadi pemilih, rasio tempat peribadatan per 10 orang, rasio PDS terhadap jumlah penduduk, rasio PDS terhadap PDRB, presentase pekerja yang berpendidikan minimal S1, SMA, rasio bank dan lembaga keuangan, kepadatan penduduk, kemampuan ekonomi, serta hasil kemampuan empat daerah dalam mensejahterakan penduduknya serta kajian lainnya. 

Kesimpulan melalui kajian tersebut nilai skoring untuk Luwu Raya mencapai 410. Telah termasuk kategori MAMPU untuk berdiri sendiri sebagai provinsi.

Sedangkan Sulawesi Selatan tanpa Luwu Raya mendapat skoring  482," kata Prof Muhadam Labolo.

Menanggapi hal tersebut seluruh anggota DPRD yang ikut dalam pembahasan menyambut gembira atas hasil kajian dari tim independen di Jakarta.

Hal ini menegaskan bahwa pihaknya bersama seluruh lembaga DPRD Palopo, DPRD Luwu, DPRD Lutra dan DPRD Lutim tidak meragukan atas kemampuan luwu untuk berdiri secara otonom. 

Sehingga kata mereka upaya dan gerakan  yang dilakukan oleh warga Luwu selama ini sejalan dengan apa yang dicapai melalui penelitian dan kajian mendalam. 

Para pimpinan DPRD pun sepakat bahwa hasil kajian ini akan semakin menguatkan mereka untuk mendorong penggunaan jalur diskresi sebagai pintu masuk bagi pemerintah pusat untuk mempertimbangkan pembentukan provinsi di tengah moratorium. 

DPRD setempat berpesan kepada seluruh elemen masyarakat Tana Luwu untuk tetap solid, mengawal perjuangan, dan tidak saling melemahkan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved