Provinsi Luwu Raya
Update Terbaru Pemekaran Luwu Raya, Tim Paparkan Hasil Kajian Akademik di Jakarta
Prof Muhadam Labolo memimpin hasil Kajian Akademik Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya di Jakarta
Ringkasan Berita:
- Tim pemekaran Provinsi Luwu Raya memapakarkan hasil kajian akademik di Jakarta
- Pemaparan dipimpin Prof Dr Muhadam Labolo
- 4 kepala daerah dan 4 Ketua DPRD Luwu Raya turut hadir
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU -- Selangkah lagi tahapan telah dilewati oleh tim pemekaran Provinsi Luwu Raya sebagai syarat pendirian sebuah provinsi di Indonesia.
Hal tersebut terungkap saat berlangsung pemaparan sementara Hasil Kajian Akademik Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya di Grand Cemara Hotel, Jln Cemara Jakarta Pusat baru-baru ini.
Pemaparan dipimpin Prof Dr Muhadam Labolo. 4 kepala daerah Luwu Raya hadir bersama 4 Ketua DPRD se-Luwu Raya, Pimpinan DPRD se-Luwu Raya serta beberapa anggota DPRD setempat.
Adapula Ketua PB Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKRL) Arsyad Kasmar.
Prof Muhadam Labolo mengatakan, persiapan dan pendalaman kajian akademik dimulai sejak Maret 2025 lalu.
Pemaparan hasil kajian akademik diinisiasi oleh forum bersama Kedatuan Luwu dan Institute Otonomi Daerah.
Presiden Institute Otda, Prof Djohermansyah Djohan, MA memberikan pemaparan awal terkait kebijakan umum penataan daerah.
Penjelasan teknis hasil kajian kelayakan pemekaran DOB Provinsi Luwu Raya disampaikan oleh Prof. Dr. Mulyadi, salah satu anggota tim dari BRIN.
Seperti diketahui kerap kali terjadi pertemuan intens oleh paguyuban warga luwu raya baik Jakarta maupun di pulau Jawa.
Dari diskusi diskusi inilah kemudian intens bertemu untuk menggagas kembali terbentuknya daerah otonom Luwu Raya yang sudah pernah mencuat pulunan tahun lalu.
Mereka melakukan evaluasi dan menentukan tahapan tahapan yang sesuai dengan syarat syarat pembentukan provinsi baru.
Tim kecil ini kemudian bertemu untuk menentukan tim independen yang telah memiliki pengalaman melakukan kajian akademik terhadap pembentukan daerah di Indonesia.
Mereka pula intens melakukan pertemuan dengan para kepala daerah se-Luwu Raya.
Prof. Muhadam menjelaskan, latar belakang dilakukan kajian ini yakni untuk menggambarkan kondisi faktual di empat kabupaten dan kota se Luwu berdasarkan data faktual dan statistik.
| Setahun Disusun, Naskah Akademik Provinsi Luwu Raya Akhirnya Rampung |
|
|---|
| Ketua Komisi II DPR RI Minta Kajian DOB Luwu Raya Dibuat Lebih Objektif |
|
|---|
| Komisi II DPR RI Kumpul Kepala Daerah Se-Luwu Raya di Rujab Gubernur Sulsel Bahas Pemekaran |
|
|---|
| Pemekaran Luwu Raya, PT Vale Tetap Patuh Aturan dan Jalankan Program Pemberdayaan |
|
|---|
| Dirjen Otda Sebut 370 Draft DOB Menumpuk, Luwu Raya Belum Pasti 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260214-naskah-Kajian-Akademik-Luwu-Raya.jpg)