Provinsi Luwu Raya
Ekonom Unhas Ungkap Ancaman dan Tantangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya
Dorongan pembentukan Provinsi Luwu Raya berimbas pada demo berhari-hari hingga blokade jalan trans sulawesi.
Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Andi Bunayya Nandini
LUWU RAYA - Ribuan masyarakat Luwu Utara unjuk rasa di Monumen Masamba Affair, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Pengamat Ekonomi dari Unhas, Prof Anas Iswanto Anwar mengungkap ancaman dan tantangan pembentukan Luwu Raya.
Menurutnya, pemekaran justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah provinsi untuk menata ulang strategi pembangunan dan distribusi pertumbuhan ekonomi.
Selama ini, kata Prof Anas, pertumbuhan ekonomi Sulsel masih didominasi oleh beberapa daerah, seperti Makassar, Bone, dan sebagian wilayah Luwu.
Makassar bahkan mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi hingga sekitar 9 persen, jauh di atas rata-rata daerah lain.
“Ketimpangan inilah yang perlu dikelola. Tantangannya adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi ini bisa didistribusikan agar daerah lain juga terpacu dan tidak tertinggal,” katanya.(*)
Berita Terkait: #Provinsi Luwu Raya
| Setahun Disusun, Naskah Akademik Provinsi Luwu Raya Akhirnya Rampung |
|
|---|
| Ketua Komisi II DPR RI Minta Kajian DOB Luwu Raya Dibuat Lebih Objektif |
|
|---|
| Komisi II DPR RI Kumpul Kepala Daerah Se-Luwu Raya di Rujab Gubernur Sulsel Bahas Pemekaran |
|
|---|
| Pemekaran Luwu Raya, PT Vale Tetap Patuh Aturan dan Jalankan Program Pemberdayaan |
|
|---|
| Dirjen Otda Sebut 370 Draft DOB Menumpuk, Luwu Raya Belum Pasti 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/LUWU-RAYA-Ribuan-masyarakat-Luwu-Utara-unjuk.jpg)