Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Proyek Sungai Tallo

DPRD Sulsel Stop Proyek Tanggul Sungai Tallo

Proyek ini menuai polemik setelah warga mengklaim sebagai ahli waris mengaku lahannya belum diganti rugi.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
SUNGAI TALLO - Headline Tribun Timur edisi Kamis (8/1/2026). DPRD Sulsel meminta proyek Sungai Tallo dihentikan sementara. 

Sengketa Lahan

Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menunjukkan, proyek pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Sungai Tello telah tercantum sejak tahun 2023.

Pada tahap awal, kegiatan yang tercatat di SPSE masih sebatas supervisi pembangunan tanggul dan jalan inspeksi sungai tersebut.

SPSE sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memfasilitasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara digital.

Sejak tercantum pada 2023, proyek ini diketahui masih terkendala persoalan pembebasan lahan.

“Terkait kegiatan dari 2023–2025 yang terkendala lahan, memang kami lanjutkan di 2024 karena melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik lahan dan alhamdulillah terselesaikan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDA, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sulsel, Misnayanti, saat RDP di Kantor Sementara DPRD Sulsel.

Misnayanti menjelaskan, titik pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Sungai Tello dirancang sepanjang 1.275 meter.

Namun, terdapat kendala kepemilikan lahan sepanjang 100 meter yang belum dapat diselesaikan.

“Pada saat itu, di 2024, yang bisa dilakukan hanya penimbunan biasa dan penggalian. Nanti 2025 baru bisa dilanjutkan di atasnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, anggaran awal yang disiapkan untuk pengerjaan sepanjang 1.275 meter mencapai Rp28 miliar. Namun, akibat persoalan lahan, pengerjaan hanya difokuskan pada sepanjang 1.175 meter.

Serapan anggaran pada tahun 2024 pun hanya mencapai sekitar Rp11 miliar. Kegiatan yang dilakukan saat itu terbatas pada pekerjaan penggalian dan penimbunan. Pengerjaan kemudian dilanjutkan pada tahun 2025.

“Nanti di 2025, sepanjang 1.175 meter ini sudah dilakukan rigid atau beton, tersisa 100 meter ini,” kata Misnayanti.

Terkait persoalan lahan, Misnayanti mengaku semula meyakini seluruh pembebasan lahan telah tuntas.

Titik nol proyek disebut sebagai lokasi terakhir yang sebelumnya telah diselesaikan persoalan lahannya.

Namun, kondisi tersebut berubah pada 2024 setelah muncul informasi adanya persoalan lahan di lapangan.

“Terakhir kami tahu pembebasan lahan setelah titik nol selesai tidak ada persoalan. Kami kemudian bertanya ke penyedia pelaksanaan lahan mana yang masih bermasalah,” ujarnya.

Pada 2024, pihaknya mendapat informasi adanya persoalan lahan sepanjang 30 meter ke depan dari titik tersebut.

Akibatnya, pengerjaan kembali tertunda. Belum selesai sampai di situ, persoalan lahan kembali meluas pada 2025.

“Tahun 2025, saat mulai pengerjaan lagi, baru kami dapat informasi bahwa sepanjang 70 meter ada masalah,” kata Misnayanti.

Ia menyebut, seorang ahli waris menyampaikan belum memberikan izin atas pemanfaatan lahannya untuk proyek tersebut.

Dengan demikian, total lahan yang bermasalah dalam proyek pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Sungai Tello mencapai sepanjang 100 meter.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved