Dua Legislator Makassar Beda Pandangan Soal Lokasi Pembangunan PSEL
Hartono, meminta Pemkot Makassar meriset kembali rencana pembangunan PSEL di TPA Tamangapa Makassar.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sudirman
"Setiap kebijakan tinggal bagaimana dikomunikasikan. Yang penting kita yakin bahwa program ini menyelesaikan masalah dan memiliki feasibility yang oh ini memang bisa dilaksanakan," jelasnya.
Sementara Nasir Rurung mengatakan, jika proyek tersebut dipindahkan ke lokasi lain (Tamalanrea), maka harus memiliki dasar hukum yang kuat serta pertimbangan yang rasional.
“Kalau dipindahkan ke tempat lain, apa dasar hukumnya? Ini harus jelas, karena semua perencanaan sudah disiapkan sejak awal,” katanya.
Akan terjadi pembengkakan anggaran jika lokasi PSEL dipindahkan dari TPA Antang.
Biaya operasional pengangkutan sampah ke lokasi baru dapat mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahun.
“Kalau di luar TPA, biaya operasional pemindahan sampah bisa mencapai sekitar Rp20 miliar per tahun. Ini tentu menjadi beban tambahan bagi pemerintah,” ujarnya.
Lokasi TPA Antang justru lebih layak karena memiliki ketersediaan lahan yang luas serta dukungan infrastruktur yang telah direncanakan sebelumnya.
Saat ini, pembangunan fasilitas pengolahan sampah sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi Kota Makassar.
"Kota Makassar butuh solusi pengolahan sampah, termasuk pembakaran sampah yang bisa diolah menjadi energi,” ungkapnya.
Ia berharap proyek PSEL dapat segera direalisasikan, baik dalam bentuk pembangkit listrik maupun teknologi pengolahan lainnya yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.
“Kalau bisa diolah menjadi energi listrik, itu jauh lebih baik dan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Makassar,” jelasnya.
| Hadirkan Lapangan Padel, Fasilitas di Summarecon Mutiara Makassar Semakin Lengkap |
|
|---|
| Muscam KNPI Sangkarrang Sepakat Pilih Awaluddin Secara Aklamasi |
|
|---|
| Tanpa Bantuan Pemerintah, Atlet Renang Artistik Sulsel akan Berlaga di China |
|
|---|
| Truk Kontainer Parkir di Bahu Jalan, Warga Desak Penertiban Gudang Dalam Kota |
|
|---|
| Stadion Untia Dirancang Tampung 20 Ribu Penonton, Anggaran Rp350 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-04-Anggota-DPRD-Makassar-Nasir-Rurung-kiri-dan-Hartono-Kanan.jpg)