DPRD Makassar
PAD Makassar 2025 Tembus Rp1,9 Triliun, Target 2026 Dipatok Rp2,4 Triliun
PAD Kota Makassar 2025 menembus Rp1,9 triliun. Capaian ini membuat DPRD dan Pemkot Makassar optimistis target PAD 2026 Rp2,4 triliun tercapai.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2025 mencapai Rp1,9 triliun.
- Capaian ini menjadi modal optimisme Pemkot Makassar dan DPRD untuk mengejar target PAD 2026 sebesar Rp2,4 triliun.
- Komisi B DPRD bersama Bapenda menilai strategi peningkatan pendapatan cukup realistis, didukung lonjakan pajak daerah yang menyumbang 93 persen PAD.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2025 menembus angka Rp1,9 triliun.
Capaian tersebut menjadi modal optimisme Pemerintah Kota Makassar dan DPRD mengejar target PAD tahun 2026 sebesar Rp2,4 triliun.
Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi B DPRD Kota Makassar bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar di Gedung Sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Rabu (14/1/2026).
Rapat tersebut membahas evaluasi capaian PAD tahun sebelumnya sekaligus strategi peningkatan pendapatan ke depan.
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, mengatakan rapat kerja ini bertujuan memetakan langkah strategis dalam mendorong peningkatan PAD Kota Makassar.
“Hari ini kami selaku Ketua Komisi B memerintahkan anggota Komisi B untuk rapat kerja dengan salah satu mitra kami, yakni Bapenda. Kalau kemarin teman-teman melakukan refleksi akhir tahun, maka hari ini kami melakukan refleksi awal tahun,” katanya kepada Tribun Timur.
Baca juga: Perda Parkir Makassar Tinggal Tunggu Paripurna
Ismail menegaskan, Komisi B memiliki peran penting dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap strategi disusun Bapenda agar target tersebut tidak hanya tercapai, tetapi juga berpotensi melampaui.
“Kami selaku mitra kerja Bapenda tentu melakukan pengawasan, melihat strategi apa yang harus dilakukan agar target ini bisa tercapai bahkan melebihi target,” ujarnya.
Setelah mendengarkan pemaparan dari masing-masing bidang di Bapenda, Komisi B menilai strategi disampaikan cukup realistis dan disertai optimisme tinggi.
Hal itu didukung capaian PAD tahun 2025, meski sebagian pejabat di Bapenda baru menjabat sekitar empat hingga enam bulan.
“Mereka cukup realistis dan optimis. Dengan masa kerja yang relatif singkat, ternyata bisa mencapai angka hampir Rp2 triliun. Ini menjadi modal penting untuk mencapai target ke depan,” katanya.
Ismail berharap, sinergi dan kerja sama internal di tubuh Bapenda terus dipertahankan. Agar target PAD tahun 2026 sebesar Rp2,4 triliun dapat tercapai secara optimal.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah, mengatakan capaian PAD tersebut masih bersifat sementara karena masih dalam proses rekonsiliasi.
Meski demikian, ia memastikan angkanya tidak akan mengalami perubahan signifikan.
“Untuk PAD secara keseluruhan kemungkinan sudah finis. Ini memang masih sementara rekonsiliasi, tapi angkanya tidak akan meleset jauh dari ini,” ujarnya.
| Tri Sulkarnain Ingatkan Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih Saat Tertibkan Gudang dalam Kota |
|
|---|
| Rp3 Miliar untuk Dermaga Pulau Lanjukang, DPRD Makassar Ingatkan Prioritas Warga Kepulauan |
|
|---|
| DPRD Makassar Minta WFA Jangan Ganggu Pelayanan Publik |
|
|---|
| Cegah Penimbunan BBM, DPRD Makassar Dorong Pengawasan Ketat SPBU |
|
|---|
| TPA Antang Belum Dikelola Maksimal, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar Kasrudi Soroti DLH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-14-januari-dprd-mks123.jpg)