Rupiah Melemah, Mahasiswa UMI Diskusi Keuangan Negara Bareng Delegasi Kemenkeu di Sulsel
Wibawa Pram Sihombing memaparkan ke materi tentang kedaulatan pangan, energi dan ekonomi pada APBN 2026
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Kakanwil DJKN Sulselbartra Wibawa Pram Sihombing memaparkan ke materi tentang kedaulatan pangan, energi dan ekonomi pada APBN 2026
- Baik dari sisi alokasi anggaran hingga program prioritas pemerintah
- Kuliah umum yang dipandu moderator dari DJBC, Mochamad Syukron Fadhilah ini, berlangsung interaktif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Di tengah melemahnya rupiah terhadap mata uang asing, ratusan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengikuti kuliah umum Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat, Wibawa Pram Sihombing.
Kuliah umum ini berlangsung di Auditorium Al Jibra, Kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan bertajuk, From Theory to Practice: "Bahas Keuangan Negara Bersama" ini, mengusung tema, "Mengenal Manajemen Aset Negara, Peran Strategis dalam Keuangan Publik"
Pada kesempatan itu, Wibawa Pram Sihombing memaparkan ke materi tentang kedaulatan pangan, energi dan ekonomi pada APBN 2026.
Baik dari sisi alokasi anggaran hingga program prioritas pemerintah.
Kuliah umum yang dipandu moderator dari DJBC, Mochamad Syukron Fadhilah ini, berlangsung interaktif.
Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor I UMI, Prof Dr Ir, Dirgahayu A Lantara, mengatakan kegiatan ini terselenggara berkat sinergitas antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI dengan Kemenkeu Perwakilan Sulawesi Selatan.
Menurutnya, ini merupakan momentum berharga bagi mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam terkait pengelolaan keuangan negara.
"Daripada diskusi (seperti) ini berada di jalanan, alangkah baiknya kalau ke depan semua 13 fakultas, atau 67 program studi yang ada itu melakukan hal demikian," ujarnya.
Selain menjadi bahan pengetahuan tambahan bagi para mahasiswa, ajang ini lanjut Prof Dirgahayu juga menjadi momentum tepat dalam menilik lebih jauh dinamika ekonomi yang ada.
Utamanya, isu krusial yang mengemuka belakangan ini terkait melemahnya rupiah terhadap mata uang asing.
Bagi Prof Dirgahayu, salah satu fungsi Kementrian Keuangan adalah turut menstabilkan perekonomian yang ada.
"Misalnya masalah keuangan saat sekarang ini, masalah kenaikan dolar yang luar biasa, dan lain-lain, inflasi, dan lain-lain. Sangat tepat ada Kemenkeu yang bisa menjelaskan bahwa beginilah kondisi negara," jelasnya.
Senada dengan Prof Dirgahayu A Lantara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI, Dr Dr H Muhammad Syafi'i A Basalamah, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin dengan Perwakilan Kementrian Keuangan di Sulsel.
| Pimpinan UMI Telusuri Jejak Kepemimpinan Xi Jinping saat Kunjungan Akademik ke China |
|
|---|
| Harga Kedelai di Maros Naik, Produsen Tahu Tempe Tak Berani Naikkan Harga |
|
|---|
| Rupiah Jatuh Rp17.652, Kamrussamad Minta BI Mitigasi Risiko Global dan Perkuat Neraca Pembayaran |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Picu Kekhawatiran Pelaku Usaha di Sulsel |
|
|---|
| Pasangan Dosen UMI Lolos Pendanaan Riset Smart Environment Tambak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260520-Wibawa-Pram-Sihombing.jpg)