Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pasangan Dosen UMI Lolos Pendanaan Riset Smart Environment Tambak

Pada penelitian tersebut, Ramdaniah bertindak sebagai ketua peneliti bersama anggota Bayu Adrian Ashad, dan Marsujitullah.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
UMI MAKASSAR - Foto pasangan dosen dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ramdaniah, dan Bayu Adrian Ashad dikirim ke Tribun-Timur.com, Senin (18/5/2026). Keduanya berhasil lolos pendanaan Program Penelitian Fundamental Reguler. (Bayu Adrian Ashad) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pasangan dosen dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ramdaniah dan Bayu Adrian Ashad, berhasil lolos pendanaan Program Penelitian Fundamental Reguler dengan nilai hibah Rp113.300.000.

Program tersebut merupakan skema hibah riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek),  ditujukan bagi dosen untuk menghasilkan prinsip dasar, formulasi konsep, aplikasi, hingga pembuktian konsep teknologi.

Pada penelitian tersebut, Ramdaniah bertindak sebagai ketua peneliti bersama anggota Bayu Adrian Ashad, dan Marsujitullah.

Ramdaniah merupakan dosen Teknik Informatika UMI dan Bayu Adrian Ashad dosen Teknik Elektro UMI.

Sementara Marsujitullah merupakan dosen Teknik Informatika Universitas Musamus Merauke.

Adapun penelitian diusung berjudul “Pendekatan Multimodal Data Fusion dan Machine Learning dalam Analisis Kualitas Air Tambak Menuju Smart Environment.”

Ramdaniah menjelaskan, penelitian ini mengangkat pemanfaatan teknologi machine learning dan multimodal data fusion dalam menganalisis kualitas air tambak.

Hal itu guna mendukung pengembangan sistem lingkungan cerdas (smart environment) yang lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.

“Melalui pendekatan tersebut, tim peneliti berupaya menghadirkan solusi berbasis teknologi yang dapat membantu proses monitoring kualitas air tambak secara real-time serta mendukung peningkatan produktivitas sektor perikanan tambak,” katanya, dalam keterangan tertulis kepada Tribun-Timur.com, Senin (18/5/2026).

Bayu Adrian Ashad, mengatakan penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi monitoring lingkungan berbasis kecerdasan buatan, khususnya pada sektor tambak dan perikanan.

“Hasil penelitian juga diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” katanya.

Keberhasilan pasangan dosen UMI tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen sivitas akademika dalam mendorong penguatan budaya riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

Capaian ini juga diharapkan dapat memotivasi dosen dan peneliti lainnya untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif, aplikatif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved