Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor Prof Hamdan Terharu

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengaku terharu dengan pengukuhan tiga guru besar tersebut.

Tayang:
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
GURU BESAR - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, kembali mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jl HM Yasin Limpo, Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel),Senin (18/5/2026) 

TRIBUN-GOW.COM — Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, kembali mencetak tiga guru besar 

Pengukuhan itu digelar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa.

Berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jl HM Yasin Limpo, Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel),Senin (18/5/2026)

Tiga dosen dikukuhkan guru besar antara lain, Prof Dr Hj Asni, S.Ag MHI dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Hukum Keluarga Islam di Indonesia

Prof Dr Firdaus, M.Ag. dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Tafsir Sufi Nusantara

Prof Dr Nur Syamsiah, M.Pd.I. dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Gender dan Pendidikan Islam

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengaku terharu dengan pengukuhan tiga guru besar tersebut.

Bahkan kata dia, suasana penuh haru terasa di tengah cuaca hujan yang menyelimuti kawasan kampus.

“Sejujurnya saya ingin menyatakan bahwa saya sangat tergugah pagi ini. Ada banyak air di luar, air hujan, di sini air mata. Jadi kita surplus air pada pagi atau siang hari ini,” ujarnya

Hamdan menyebut pencapaian guru besar merupakan level akademik tertinggi yang harus disertai tanggungjawab besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengapresiasi kualitas pidato ilmiah ketiga profesor yang dinilai dipersiapkan dengan baik dan berbasis data.

Hamdan turut memberikan catatan akademik terhadap orasi ilmiah masing-masing guru besar sebagai bentuk refleksi intelektual di lingkungan kampus.

Pada pidato Prof Firdaus terkait Tafsir Sufi Nusantara, Hamdan menilai kajian tersebut menarik dan relevan dalam membumikan spiritualitas Al-Qur’an pada konteks lokal. 

Namun, ia berharap kajian itu dapat diperkaya dengan penjelasan lebih rinci mengenai tokoh-tokoh utama sufi Nusantara serta pengaruh tafsir mereka.

“Ini sesungguhnya adalah pidato yang sangat menarik dan masih perlu diperkaya,” ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved