UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor Prof Hamdan Terharu
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengaku terharu dengan pengukuhan tiga guru besar tersebut.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
Sementara pada orasi Prof Asni mengenai keadilan substantif dalam perlindungan hak istri di peradilan agama, Hamdan mengajak adanya ruang diskusi lebih jauh mengenai dinamika keadilan gender di sistem hukum saat ini.
“Pertanyaan reflektif saya, ketika terjadi ketidakadilan di peradilan, apakah itu karena perempuan tidak membela dirinya sendiri? Ini tentu menjadi ruang diskusi akademik,” katanya.
Adapun pada pidato Prof Nur Syamsiah terkait konsep glass ceiling atau hambatan tidak terlihat bagi perempuan dalam kepemimpinan perguruan tinggi.
Hamdan menilai perempuan di UIN Alauddin telah menunjukkan banyak kemajuan dalam dunia akademik.
“Dari tiga guru besar yang dikukuhkan hari ini, dua di antaranya perempuan. Jumlah guru besar perempuan di UIN Alauddin juga sudah lebih dari 30 persen,” ungkapnya.
Hamdan berpesan agar ketiga guru besar tetap menjadi akademisi yang cerdas dan cermat
Tidak hanya dalam penguasaan ilmu, tetapi juga dalam kebijaksanaan menyampaikan gagasan.
“Dalam hidup ini bukan seberapa banyak pengetahuan yang kita miliki, tapi seberapa bijak kita menyampaikan dari banyaknya pengetahuan itu,” pungkasnya
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli
| Haul Ke-5 AGH. Sanusi Baco |
|
|---|
| 4 Guru Besar Baru Unhas di Empat Bidang Berbeda Dikukuhkan |
|
|---|
| Profil Prof Samsu Arif, Guru Besar Unhas Kembangkan GeoAI untuk Masa Depan Indonesia |
|
|---|
| Terbitkan Jurnal Diskriminasi Janda di India, Eks Ketua BEM Lulus Tanpa Skripsi di UIN Alauddin |
|
|---|
| Zero Tong: Ketika Sekolah Tidak Lagi Membutuhkan Tempat Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Universitas-Islam-Negeri-UIN-Alauddin-Makassar-kembali-mengukuhkan-tiga-guru-besar.jpg)